AhmadRizali.Com

28 Aug, 2010

Suara Shalawat

Posted by: Ahmad Rizali In: Budaya| Catatan| Islam

SholawatMeski dalam posting terdahulu pernah kusampaikan kegundahanku atas semangat yg berlebihan dari saudara sesama untuk menggaungkan syiar dengan menyetel loud speaker di menara mesjid sekeras kerasnya 5 kali sehari, ternyata aku harus bersyukur. Masjid di RW tetangga ternyata lebih “provokating”, dalam bulan ramadhan seperti ini melaui pengeras suara masjid mereka meneriakkan “sahur !!….” berkali kali pada jam 02.30 tengah malam, bayangkan kagetnya jika berada di dekatnya.

Aku merindukan elusan merdu mendayu tarhim subuh seperti yg sudah ratusan tahun dikumandangkan masjid Ampel. Suara shalawat itu terasa ngelangut mengelus hati yg mengeras, kadang hilang dan muncul “Asholatu wassalamualaik….” atau suara murotal alQuran dari pembaca dari mesir yg hingga saat ini masih disetel di masjid Istiqlal “fabiayialaa irabbikumatukadziba…. “.

Murrotal dan Sholawat itu terasa menonjolkan Rahman dan Rahim sang khalik daripada kedahsyataNya yg nggegirisi. Di sana terasa nuansa kedamaian surga yg membuat kita menangis karena rindu dan merasa belum tentu akan sampai di sana.
Read the rest of this entry »

12 Aug, 2010

Merk atau Brand

Posted by: Ahmad Rizali In: Uncategorized

Ilustrasi: Odol

Ilustrasi: Odol

“Tolong belikan aku celana Levis dan jangan lupa belikan aku Odol ya…”
” Premium atau Pertamax pak ?”
” Coca Cola dingin i saat berbuka puasa sungguh nikmat..”

Levis, Odol, Premium, Pertamax dan CocaCola itu bukanlah hakikat barangnya. Elvis itu hakikat barangnya adalah celana dari bahan kanvas biru, sedangkan Odol adalah tapal gigi. Premium itu bensin atau gasoline dan pertamax adalah bensin dengan mutu lebih baik dari Premium. Cocacola ? semua juga tau itu adalah minuman ringan.

Lantas mengapa merk yang di tempelkan kepada semua barang itu sanggup menggantikan hakikat barangnya sendiri ? Kalau anda sebut Levis, maka nyaris semua celana dengan bahan kanvas biru disebut itu. meskipun tapal gigi kita bermerk pepsodent, tetap saja kita menggosok gigi pake Odol. Read the rest of this entry »

30 Jul, 2010

Ketika Anakku Tidak Naik Kekas (4)

Posted by: Ahmad Rizali In: Keluarga| Pendidikan| Pernak-pernik| Sekolah

KATNK (4): akhirnya lulus juga

Dengan mata masih setengah terpejam saya mengucap puji syukur kepada Allah SWT ketika istriku yg sudah bersiap melakukan solat sunnah menjelang subuh berkata “Fandi Lulus”. Artinya, dia lulus ujian paket C.

Dua kata itu menghapus semua kecemasanku atas karir pendidikan anakku yg “bengal” nya gak ketulungan (baca: ketika anakku tidak naik kelas) dan sudah nyaris tidak tamat SMP. Dengan memaksa diri sabar, kami orangtuanya mengikuti keinginannya untuk belajar dirumah dengan menyewa pengajar beberapa matapelajaran yg diujikan.

Fandi, yg sering kusebut gusDur karena namanya memang Abdurrahman dan nyentriknya itu, juga lulus ujian masuk di Universitas Padjajaran Bandung, sebuah Universitas yg menurut sigi QS THES adalah peringkat ke 6 di Indonesia. Meskipun di Fakultas yg kering peminat dan pilihan itu jg menunjukkan ke “nyentrikannya” yg beda dengan main stream. Dia diterima di Sastra Rusia dengan syarat jika gagal di ujian paket C, harus mundur.

“GusDur” saya mengaku ingin jadi diplomat dan itu sangat pas dengan kepribadiaannya yang sangat mudah bergaul. Saking mudahnya, ketika masih berusia 2 tahun ujung penisnya yg masih kulup dilabur pasir oleh teman2nya yang sudah sekolah. Ketika kelas 2 SMP dia pulang tengah malam dengan mabuk dan terkapar di depanku dan muntah muntah, karena dijejali teman2nya yg sudah SMA dengan Anggur Orangtua.
Read the rest of this entry »

Wawancara dengan Jurnal Edukasi

Dari hari ke hari dunia pendidikan semakin dituntut untuk melahirkan output yang memenuhi harapan masyarakat. Di samping harus mempunyai keterampilan praktis, siswa yang ditempa di institusi pendidikan juga dintuntut memeliki kepekaan sosial dan mental serta kepribadian mulya. Menjadi terampil, pintar dan kompeten di bidangnya, tapi kemudian menjadi koruptor, makelar kasus, dan penjilat, tentu hanya akan menjadi malapetaka buat bangsa. Oleh kerenanya, akhir-akhir ini santer terwacanakan pendidikan perlu ditangani oleh guru-guru profesional. Salah satu terobosan cukup brilian yang dimunculkan dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru ialah kebijakan sertifikasi guru dan dosen. Sertifikasi pada gilirannya menjadi rebutan kalangan pendidik, baik guru swasta maupun negeri, baik yang ada di kota maupun yang ada di pelosok desa, apalagi lulus sertifikasi – di atas kertas – telah layak mendapatkan predikat”guru profesional”. Lalu, apa dan bagaimana sebenarnya pofesionalisme guru itu? Berikut wawancara Jurnal EDUKASI dengan Ahmad Rizali, Ketua Dewan Pembina The Centre for The Betterment of Education (CBE) Jakarta

Definisi guru profesional, secara teoretik sangatlah ideal, yakni memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial. Namun, jika dijelaskan dengan sederhana, seperti apakah gambaran guru profesional itu?

Guru professional adalah guru yg menguasai materi yg diajarkan, mampu mengajarkannya dengan menyenangkan dan memiliki pribadi yang mampu memberi inspirasi kepada muridnya (tauladan).

Bagaimana bisa menjadi guru (silat misalnya) jika tidak menguasai ilmu (silat)? Ketika guru tidak menguasai ilmunya dan mengajar, sudah pasti dia berbohong kepada murid-muridnya, setidaknya tidak menyampaikan apa yg harus disampaikan. Dia ibarat program komputer, hanya menyampaikan hoac atau spam, atau bahkan virus.

Ketika mengusai ilmu (silat), dia juga harus mampu mengajarkannya. Jika tidak, si murid hanya akan kelimpungan karena ilmu tadi tidak berhasil dia kuasai. Ibarat dalam instal program, si guru tidak mampu menginstal dengan benar, sehingga hasilnya program-program (baca-mata pelajaran) tidak terinstal dengan proper/benar dan sering konflik, bahkan “hang” Ketika menginstal atau mengajar, si guru juga musti mengerti kemampuan dasar sang murid, atau analogi komputernya adalah tahu kapasitas RAM dan ROM-nya, apakah masih 486 atau sudah Intel Core 2 Duo. Jangan memaksa instal program yang membutuhkan kapasitas besar ketika guru tahu kapasitas muridnya terbatas. Jangan heran, ketika gurunya pas-pasan dan muridnya pas-pasan pula di instal program yg rumit, hasilnya tidak ada. Itu barulah analogi ilmu komputer, manusia lebih rumit lagi. Read the rest of this entry »

30 Jun, 2010

Pendidikan Guru untuk Mencerdaskan Bangsa

Posted by: Ahmad Rizali In: Catatan| Guru| Konaspi| Pendidikan

Oleh Ahmad Rizali

PENDAHULUAN

80 Tahun yang lalu anak bangsa ini mendeklarasikan Sumpah Pemuda, kemudian diikuti oleh proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan saat itu di deklarasikan Konsitutsi Negara dengan preambule yang dalam satu paragrafnya menjelaskan secara gamblang mimpi para ”founding father” tersebut dan tidak lekang oleh jaman ”Untuk mencerdaskan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban Dunia ……”. Kemudian tampillah Raden Mas Suwardi Soerjaningrat, bangsawan didikan Belanda yang memproklamasikan dirinya dengan sebutan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi mendidiknya yang abadi “memimpin di depan memberi tauladan, di tengah membangun karsa, di belakang mendorong untuk maju”.

80 Tahun kemudian, ketika anak bangsa ini sudah berganti generasi, pendidikan dan ruhnya di negeri ini terasa luntur. Tidak terasa bahwa Pendidikan mulai ”tergadaikan” kepada rejim ekonomi dengan meletakkan pendidikan sebagai komoditas yang bisa dimasuki modal asing yang diperbolehkan berbisnis, disinilah pendidikan takluk oleh angka angka statistik yang sangat teknokratik dan dipisahkannya Kebudayaan dari Pendidikan, menurut beberapa pemikir, semakin menambah kedangkalan visi pendidikan di negeri ini.

Masa depan adalah masa sebuah masyarakat berbasis Iptek global dengan akses informasi yang terbuka dan pada akhirnya membutuhkan pekerja trampil yang dapat mengubah informasi menjadi Iptek baru yang lebih berarti. Mereka ini tumbuh dengan pesat dan anggota masyarakat yang sukses akan menciptakan aplikasi Iptek baru yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan sehari hari. Lebih dari itu, mereka memerlukan keunggulan dalam level individu.
Read the rest of this entry »

29 Jun, 2010

Membangun Badan, Membangun Jiwa

Posted by: Ahmad Rizali In: Catatan| Pendidikan

Ahmad Rizali
PENDIRI IKATAN GURU INDONESIA DAN BEKERJA SEBAGAI PRAKTISI CSR DI SEBUAH BUMN
**************

Dalam Trend in International Mathematic and Sciences Studies (TIMSS), yang dipakai sebagai acuan mutu pendidikan dasar, diukur kemampuan sains dan matematika dari sampel acak murid setingkat sekolah menengah pertama kelas II di negara peserta studi setiap tiga tahun.

Meski ada dua jenjang, yaitu SD dan SMP, Indonesia hanya mengikuti kecenderungan di jenjang SMP Ternyata, semakin baik hasil uji dari TIMSS dalam kedua bidang tersebut, semakin tinggi pula indeks pembangunan manusia (IPM) negeri itu. Karena IPM mengukur standar pelayanan minimal dari sebuah negara peserta TIMSS kepada warganya dalam kesehatan, pendidikan dasar, dan daya beli masyarakat, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi indeks dalam IPM, makin sejahtera pula suatu negara.
Read the rest of this entry »

IMG00093-20100527-0731

KRL Ekonomi Bogor-Jakarta. Foto Doc Pribadi

Kemarin, 21 Juni Jakarta berulang tahun kelahiran dan nyaris setengah abad usia ibukota itu. Konon dari hasil sensus penduduk sementara, Jakarta saat ini berpenduduk lebih dari 9 juta jiwa dan merupakan jajaran kota berpenduduk terbesar sedunia. Jakarta juga tempat dimana duit negeri ini berputar, asal mau berkeringat saja, dijamin tidak akan kelaparan jika ingin hidup di Jakarta, meski tidak ada lahan yg bisa ditanami seperti di desa. Jakarta kejam seperti ortu jahat yg suka memukuli anaknya hingga berdarah darah namun tetap memberinya makan.

Warga Debotabek umumnya mencari nafkah di Jakarta dan mereka pergi pulang dari Rumah ke tempat kerja menggunakan berbagai moda transportasi, Tentunya yang terbanyak adalah pemotor dan pengguna kendaraan umum seperti bus, angkot dan kereta listrik (KRL). Bus yg terbaik saat ini adalah Trans Jakarta yang meski dibandingkan angkutan umum di berbagai negara masih yg terburuk, mereka laha yg terbaik dari yg terburuk di Jakarta. Meski DKI berultah, tetapi moda transport ini belum lebih baik dari saat diwariskan oleh Gubernur Sutiyoso ke Fauzi Bowo.
Read the rest of this entry »

13 Jun, 2010

Sepakbola

Posted by: Ahmad Rizali In: Catatan| Pernak-pernik

Fabio Quagliarella bergembira saat melesakkan gol untuk Italia lawan Swiss dalam pertandingan persahabatan (soccernet.espn.go.com).

Fabio Quagliarella bergembira saat melesakkan gol untuk Italia lawan Swiss dalam pertandingan persahabatan (soccernet.espn.go.com).

Perhelatan akbar yg oleh almarhum pengamat bola yang juga rohaniwan disebut ritual “agama” paling menyedot perhatian sudah dimulai sejak semalam. Untunglah beberapa pertandingan berlangsung sesudah isya’ di Depok, tidak seperti saat berlangsung di eropa yang selalu bersamaan dg waktu tahajud.

Ayahku sejak di pondok pesantren hobi bermain bola, dia bermain sebagai bek yg sulit dilewati karena tinggi dan besarnya badan beliau. Sebagai mantan pemain pondok di ponorogo itu, tentu beliau juga hobi menonton Piala Dunia.

Jika saya sering absen menonton partai menarik karena sungkan kepada siempunya waktu, ayahku justru memperoleh kesenangan ekstra. Kebiasaan beliau bangun malam yg terlatih di pondok ditemani partai sepakbola dunia.

Sepakbola itu olahraga paling egaliter dan termudah. Aturan bermain sepakbola sangat sederhana namun butuh sportivitas tinggi. Sekalipun demikian, sepakbola juga mencerminkan perilaku. Kalem, agresif, suci, rada bengal, manusiawi dll.
Read the rest of this entry »

05 Jun, 2010

Dodol

Posted by: Ahmad Rizali In: Budaya| Catatan| Kearifan Lokal| Pernak-pernik

Untuk warga yg tinggal dijawa dan pernah bepergian pasti mengenal dodol garut. Sejak saya masih bocah sdh dikemas menarik dan bahkan sekarang sudah diberi perasa berbagai macam buah.

Kue keranjang yg disediakan saudara kita etnik cina saat Imlek sebetulnya juga dodol. Betawi juga punya dodol dan saya baru saja berkunjung ke rumah adik di kab Hulu Sungai Selatan dg ibu kota Kandangan, disini juga punya dodol dan dari semua dodol yg saya pernah cicipi, dodol kandanganlah yg paling enak, tetapi paling buruk kemasannya.
Read the rest of this entry »

20 May, 2010

Pelayanan KRL Ekspres Jadebotabek Memburuk

Posted by: Ahmad Rizali In: Catatan| Depok| KRL| Pernak-pernik

IMG00076-20100520-07052 bulan yang lalu, saya masih dengan bangga bercerita tentang kehebatan menggunakan transportasi umum KRL komuter jadebotabek dan mencemooh mereka yang masih dengan setia bermacet ria dan mengorbankan kredibiltasnya untuk tidak tepat waktu dalam menunaikan janji. Bagaimana tidak, KRL komuter jadebotabek, terutama lajur kota/tanah abang menuju bogor begitu nyaman dan tepat waktu sekaligus mematok ongkos yang sangat masuk akal.

Nyaman, karena meskipun banyak penumpang nyaris tidak pernah memperoleh tempat duduk, namun ketika ikut KRL Bojong gede ekspres rute Bojong-Kota atau depok ekspres rute depok-Tanah abang, namun mereka masih punya ruang untuk bergerak dan membaca Koran pagi. KRL ini juga nyaman, karena pendingin ruangannya sangat sejuk di pagi hari, bahkan kadangkala beberapa penumpang sengaja tidak melepas jaketnya di dalam KRL.
Read the rest of this entry »


  • IKA: Memang sedih Pak. Dua minggu yang lalu saya kepengen naik KRL ekonomi dari Gondangdia ke UI. ternyata keretanya lagi masalah. Kita disuruh ikut kereta
  • Ahmad Rizali: saya sdh kunjungi blog yg anda sarankan, menarik sekali. Sayang sekali, anda melakukan hal yg dahsyat, tetapi tidak mengenalkan diri, identitas anda t
  • Ahmad Rizali: Terimakasih Hasrul kalian dong yg harus terus menulis dan berkarya. You are what you write kata orang bijak. Write mungkin bisa diganti dengan progra

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


ririn kindarti
Salam Kenal pak, nice web, saat ini saya adalah guru TK di salah satu TK di Surabaya, saya telah menyelesaikan jenjang S1 PG PAUD saya tahun ...

rahma
Salam Kenal pak! Awalnya saya berpikir background pendidikan bapak adalah keguruan dan ilmu pendidikan, ternyata bukan tp itu tidak menghalan...

Sri Rahayu
Salam kenal Pak... Nice website 'n good info... Salam Pendidikan...

sugiarto
cs.pernikku@yahoo.com...

nanang
Bung Faizi, jawabnya singkat..BISA :), salam untuk Kyai Hanif & paman2 beliau, pak Panji juga...