AhmadRizali.Com

17 Sep, 2015

Korpri Amatir

Posted by: Ahmad Rizali In: Catatan

Sesudah dua kali ditegur juragan gara gara hadir di acara resmi kementrian tak berbaju korps pegawai republik Indonesia (KORPRI) maka ketika memperoleh undangan pelantikan pejabat es 3 dan 4 kementrian, bergegas saya meminta asistenku, Muhammad Fathii, untuk membeli baju korpri kodian di koperasi kementrian.

Baju batik lengan panjang biru tua bermotif khas yg masih “bau toko kelontong” dan benang menempel di sana sini, saya kenakan dengan bangga dan mematut diri di cermin kamar mandi. Anggota “Korpri Amatir” siap mengikuti upacara pelantikan.

Aku terasa seperti kualat, sejak jaman pelajar dan mahasiswa, sebetulnya saya termasuk “haters” baju itu karena aku termasuk pembenci keseragaman. Pemakai seragam ini dibaiat oleh alm presiden Soeharto wajib loyal bongkokan kepadanya melalui loyalitas kepada negara. Korpri fardhu ain menjadi anggota Golkar dan otomatis wajib memenangkan Golkar di setiap pemilu.
Read the rest of this entry »

01 Mar, 2015

Mobil Dinas

Posted by: Ahmad Rizali In: Catatan

Saat berkarya untuk Pertamina Foundation “mobil” dinas saya adalah sebuah sepeda hibrid merk Enelope seharga sekitar 6 juta. Kendaraan dinas ini saya pakai dari rumah ke stasiun KRL berjarak pp 9 km dan karena ada bantuan dinamo, saat menggenjot tebing citarum di jalan juanda, saya mampu sambil bersiul siul. Usai bertugas di Foundation itu, kendaraan dinas yg sdh “ikut” saya hampir 3 tahun itu, dijemput petugas foundation dari rumah, sedih juga.

Mengabdi negara, meski penerimaan di saku menurun drastis, penampilan semakin gaya. Negara membekali dengan mobil dinas ber cc 2000 ml dengan supir siap mengantar kemanapun. Mobil ber nopol B 1234 RFS ini boleh menginap di rumah, tetapi tampaknya rumahku yg tak punya garasi ganda menolaknya. Di sana sudah ada avanza 1,5 liter yg kubeli nyaris 3 thn yl dan siap untuk dirental menambal pemasukan yg tekor. Garasi (entah kenapa orang sekarang lbh suka menyebutnya Car Port) saya yg beratap pohon markisahpun tak cukup menampung si RFS ini jikapun Avanza mengalah, karena sempitnya.

Si mobil RFS ini dengan supirnya yang rada bergajul ternyata sangat sakti, ketika kita memasuki “3 in 1″ tak pernah sekalipun ditangkap polisi “mereka akan berlagak tak melihat pak, ….” Ujar Sufyan si driver yang bangga sekali bisa melanggar aturan lalin tanpa ditilang. Mobil RFS juga dengan leluasa memasuki jalur busway tanpa takut ditilang polisi.
Read the rest of this entry »

01 Mar, 2015

Honor

Posted by: Ahmad Rizali In: Budaya|Catatan

Alangkah terkejutnya saya ketika membuka tas “goody bag” dari lembaga yang saya kunjungi, selain berisi leaflet dan booklet berisi info lembaga tersebut, berisi pula dua amplop tebal yg ketika kuterawang, haqqul yaqin berisi fulus asli.

Ketika besoknya aku panggil staf lembaga itu dan kuancam kulaporkan yg berwajib jika tidak memberesi administrasi fulus tersebut, mereka dengan tergopoh gopoh.membuatkan kwitansi kehadiranku berkunjung sebagai narasumber yg.berhak atas honor, enak banget gile, kehadiranku di sana menghasilkan fulus lebih dari dua jeti rupiah dan asal anda tau, dua amplop tadi berisi 20 juta rupiah tanpa tanda bukti secarikpun.

Uang honor tentu punya arti uang yg diberikan sebagai rasa hormat pengundang, sehingga uang honor selain halal juga terhormat. Tetapi, uang honor saat ini dilingkungan birokrasi, apalagi sebagai narasumber yg semstinya sudah tugasnya, tidak lagi terhormat. Acara yg ditetapkan dimana narasumber dibayar, kadangkala diada adakan, yang penting bukti tanda terima dan daftar hadir lengkap. Laporan acara mudah membuatnya.

Seorang petinggi eselon II mengakui bisa menerima 60 juta sebulan dari uang honor narsum yang resmi itu. Bayangkan, jika ditarif sejam sejuta limaratus ribu maka hadir rapat selama 2 jam paling tidak akan menerima 2,7 jt dan jika rapatnya sehari dua kali, maka wajarlah jika pemasukan eselon II tersebut bisa mencapai 60 juta. Sehingga, dengan ditambah tunjangan kinerja dan berbagai tunjangan lain, bisa mencapai sedikitnya 75 juta sebulan. Omong kosong jadi PNS itu miskin, pegawai rendahan saja jika rajin akan mampu mengumpulkan uang resmi tak korupsi melebihi UMR.
Read the rest of this entry »

Tags:

01 Mar, 2015

Birokrasi

Posted by: Ahmad Rizali In: Budaya|Catatan

Birokrasi itu dibuat agar organisasi tertib, birokrasi pemerintahan dibuat agar aparat sipil dan militer negara tertib menjalankan tugas dan fungsinya dalam batas tertentu, birokrasi ibarat fikih atau aturan hukum Islam. Lelaki dan perempuan bukan muhrim terlarang bersentuhan menurut “birokrasi” Islam, tetapi ada “katup pengaman” yang disebut rukhsah. Jika tanpa persentuhan itu menyebabkan dampak yg buruk, semisal paling ekstrem mematikan, bahkan resusitasi melalui bibirpun seperti berciuman boleh dilakukan dan berpahala.

Birokrasi tak punya Rukhsah, sehingga wajar jika aparat birokrasi berfikir “jika tak diatur, maka tidak boleh” dan “jika aturannya begini, tabu dilanggar”, tak sedikit pejabat negara yang masuk penjara karena melanggar aturan birokrasi.

Birokrasi juga cenderung punya semangat senang mengatur, sehingga semakin lama aturan itu semakin menjerat pelakunya, dus birokrat sendiri, tak punya ruang untuk bergerak dan akhirnya diam. Tanpa “lindungan” payung hukum, birokat sipil dan militer tak akan bergerak dan jika pimpinan mereka berani bekeja diluar bingkai aturan tersebut, dengan tergopoh gopoh, otoritas hukum bawahannya mencarikan rujukannya.

Lebih parah lagi, rejim keuangan negeri ini mengikuti kredo “uang mengikuti fungsi”, tanpa kejelasan fungsi yang ditafsirkan dalam bentuk struktur eselon I dan II, maka program terhenti. Tak ada uang yang keluar melalui jalan selain struktur. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) adalah petinggi eselon II yang sakti dan pemilik aktivitas dengan bos nya seorang eselon I. Yg lebih sakti lagi dan menguasai rincian adalah Pejabat Pembuat Komitmen, yg berurusan dengan semua vendor, dimana uang triliunan bisa dilepas dan dapat dipertanggungjawabkan, mereka para eselon III atau setara bintang satu dan melati tiga di polisi dan tni. Birokrasi melindungi semuanya dan semua bermula dari pengajuan anggaran dari para eselon terbawah itu.
Read the rest of this entry »

Tags:

05 Feb, 2015

Muhsin Mohdar

Posted by: Ahmad Rizali In: Budaya|Catatan

Bangun subuh saya dikejutkan oleh berita wafatnya sahabat senior, mantan atasan dan guru kehidupan yg paling saya hormati, almarhum Muchsin Mohdar yg biasa kami akronimkan dgn MCM, beliau pemilik grup bisnis Mohdar Sentana dengan relasi perkawanan yang sangat luas, pejabat tinggi pemerintahan hingga guru dan mahasiswa pelajar.

MCM ini kukenal sebagai manusia pebisnis yang aneh bin ajaib, meski mampu membangun industri manufaktur dan retail serta berbagai bisnis lain, beliau saat pimpin sendiri bisnisnya tidak pernah menggunakan jasa bank. “Ane begini aja pak Rizali, untung kita nikmati dan kalo rugi ya kita minum minum kopi saja…..” Ujar beliau sambil menyeduhkan kopi arab sambil tergelak gelak.

MCM ini satu dari sedikit manusia yg mampu membuat saya sangat hormat karena mengetahui kemuliaannya, beliau selalu menghormati tamu siapapun manusianya. Tak pernah peminta minta yang pulang dengan tangan kosong jika menghadap beliau, entah berapa milyar piutang beliau yang sengaja dibebaskan.

“Saya berdoa kepada Allah ta ala agar hidup nyaman di dunia dan akhirat, saya sekarang sakit dan harus cuci darah sepekan 3 kali dan saya nyaman saja, saat cuci darah mampu bayar, tinggal di rs yg enak, dikerumuni anak cucu..” Ujar beliau saat kami bertemu tahun lalu di kantornya ketika saya silaturahim dan beliau cerita ttg bisnis barunya, industri kopi green batak arabika dari sumut.
Read the rest of this entry »

24 Sep, 2014

Cemas

Posted by: Ahmad Rizali In: Catatan

Cemaskah dan kederkah anda saat ingin memenuhi panggilan seseorang yg terhormat, anda muliakan dan cintai ? Saya keder saat bertemu Kuntoro Mangkusubroto pertama kali, selalu keder saat berjumpa dengan Gus Mus Rois Aam NU itu dan cemas serta keder saat bertemu istriku pertama kali.

Saya keder dan cemas karena kuatir salah kostum (saltum) atau salah tingkah (salting) bahkan salah bicara dan topik dengan mereka. Sehingga wajar jika saya cemas dan keder saat akan “bertemu” Gusti Allah di rumahnya dan cemas dan keder saat akan bertemu dan menjamah pusara kanjeng Nabi SAW.

Membayangkan akan bertalbiyah dalam tawaf saja saya sdh bercucuran air mata, apalagi saat membayangkan mengusap pusara kanjeng Rosul dan para sahabatnya yg mulia serta tempat beliau bercengkerama dgn al faqir akhlusuffah, saya terharu.

Saya cemas dan keder, perjalanan haji saya adalah lebih sebagai perjalanan spiritual seorang pendosa yang mengharubiru dan menguras air mata dan “mempermalukan” diri sendiri diantara sesama jamaah, daripada perjalanan fisik dan ritual seperti penziarah lain.
Read the rest of this entry »

Tags:

21 Sep, 2014

Polisi Depok

Posted by: Ahmad Rizali In: Budaya|Catatan|Depok

Meskipun saya sebal dengan Walikota Depok yang selama dua periode tak membuat Depok rimbun menghijau malah menebangi pohon peneduh di jalan utama hingga gersang, tetapi saya bangga dengan Polisi Depok.

Beberapa kali saya berurusan dengan Polisi Depok, mulai dari lapor kehilangan dompet beserta isinya hingga membuat SIM yang saya urus sendiri serta keramahan polantasnya mengajak ngobrol saat sepedaku stop di lampu “bang-jo”. Saya merasa pak Polisi sudah berubah wujut dari “menakuti” menjadi “melayani”.

Di Taksi, Ojek dan kendaraan umum lain, Polantas Depok jadi buah bibir karena tegas dan jarang mau disogok. Motor tanpa cermin sein saja tanpa ampun ditilang, apalagi menyetir motor plontos tanpa helm.

Barusan saya kelar mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK d/h Surat Kelakuan Baik dan suatu masa jadi Surat Tdk Terlibat Ormas Terlarang) untuk melamar jadi anggota DPN, wuik yg butuh waktu hanya mengisi data diri 3 halaman olehku sendiri.
Read the rest of this entry »

Tags: ,

25 Aug, 2014

Antrian berhaji

Posted by: Ahmad Rizali In: Budaya|Catatan|Haji

Saya tercengang mendengar kabar dari mulut Kakadepag Depok bahwa jamaah haji yg terdaftar di kantornya sudah mencapai 18.000 sementara kuota haji untuk Depok hanya 1.400 sd 1.500 jamaah. Artinya pengantri terakhir saat ini akan berangkat sekitar 12 Tahun lagi !!

Saya ngeri membayangkan kabupaten/kota yang menjadi kantung muslim seperti di area tapal kuda Jatim, Kalsel dan Banten terutama Tangerang Selatan, Bekasi dan Cirebon. Waktu antrian di sana, pasti sedikitnya sama atau bahkan lebih dari 15 Tahun.

Haji yg ibadah khusus dgn waktu, tempat dan orang tertentu ini akan semakin sulit dikendalikan ketika populasi muslim/muslimah yg memenuhi syarat tumbuh pesat. Apalagi sedang terjadi sedikit perubahan paradigma.
Read the rest of this entry »

14 Aug, 2014

Lebay: Surat Ayah kpd Putrinya

Posted by: Ahmad Rizali In: Budaya|Catatan

@Ira, barusan aku dikabari mama bahwa kamu yg kepengin sekali memperoleh beasiswa yg diberikan oleh instansi yang aku pimpin karena aktivitasnya yg keren, sangat sedih karena tak lolos seleksi tahap awal di tingkat Universitas.

Mama tentu ingin kamu senang dan membujukku agar “intervensi” keputusan Universitas dan entah kenapa aku menjawab tegas, “tidak…” dgn suara bergetar, antara sedih dan galau. Aku tidak tau @Ra, apakah abah sok bersih, tidak ingin KKN atau lebay tetapi, “telling frankly” tidak terpikir olehku untuk “menitipkan” @Ira dengan berharap memperoleh keistimewaan dari Universitasmu.

“Kan cuma bilang kepada mereka bahwa Ira anak Abah” ujar Mama. Ah, Mama lupa kebaikan hati orang Indonesia @Ra, jika aku berpesan seperti itu, pasti mereka akan memberi lebih apa yg diminta “superiour” nya.
Read the rest of this entry »

Tags: ,

12 Aug, 2014

Epos Mahabharata di TV

Posted by: Ahmad Rizali In: Budaya|Catatan

Saat makan siang, saya mencuri dengar beberapa kawan muda seusia awal likuran asyik mendiskusikan cerita film Mahabharata di TV. Seorang lelaki yg terlihat paling mengerti asik bercerita tentang riwayat Bisma dan sesekali mereka bingung mengapa hal itu terjadi ? Mahabharata jika tidak diikuti membaca cerita asal muasal wangsa Bharata memang sulit difahami, sebuah jalinan epos raja raja yg rumit.

Epos ini sangat dahsyat, menegangkan dengan cerita rumit berjalin berkelindan. Setiap tokoh punya karakter mulia dan buruk. Bahkan Kreshna yg titisan Wishnu punya keburukan. Membaca epos Mahabharata dan Bharatayudha adalah membaca kisah manusia.

40 Tahun yl, saya memahami kisah ini dari komis RA. Kosasih, buku tebal entah karangan siapa dan fragmen fragmen dalam kisah wayang kulit yg sesekali saya dengar di radio. Kadangkala saya mendengar cerita dari sahabat saya yg mahir mendalang. Seringkali kisahnya sejenis biografi atau banjaran. Atau kisah sempalan atau carangan seperti “petruk jadi ratu”.
Read the rest of this entry »


  • kusnadi maedy: Ingin sekali rasanya menulis tantang Malang , kota terbesar nomor di Jatim setelah kota Surabya namun saya tidak berani, takut tidak pas. Bapak Ah
  • H.Gazali Rahman: Bagus juga ulasan bpk Ahmad Rizali..msh ingat dgn kampung halaman ibu..bapaknya..alhadulillah sekarang pak Marabahan maju pesat sejak thn 2013 lepas d
  • โอ้โห ยูสลิม: Fantastic beat ! I would like to apprentice while you amend your site, how could i subscribe for a blog site? The account helped me a acceptable deal

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


(159)    Reza Khairurrahman  Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh, Pak, saya Reza pengurus OSIS SMAN 5 Kota Bekasi. Saya mendapat alamat email Bapak dari Ibu Aulia yang sudah saya kontak sebelumnya. Singkat cerita sekola...  
(157)    Sari  Salam kenal Pak Mau tanya seputar beasiswa afirmasi LPDP pak. Saat ini saya bekerja sbg PNS di Badan Pusat Statistik Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Merupakan salahsatu kabupaten tertinggal m...  
(102)    Ahmad Rizali  Dearest Mattie dan Amelie, Thank you very much for your encouraging comments on my weblog, keep reading. regards...  
(101)    Mattie  You've gotten very good thing right here....  
(100)    Amelie  Neat page, Stick to the beneficial work. Thanks!...  
(93)    aji Suryanto  Halo Pak, Seru juga baca article2 nya... Long time no chat ya Pak... Cheers Aji...  
(90)    roy handerson  salam kenal pak, sy adiknya bertha oktavina/ h dan dike yulius h dia titp salam, bpk pernah ke smpn kedamean kebetulan istri sy mengajar disana ibu maja erliany dia minat ikut tot tahun ini mohon inf...  
(89)    Nanang  Bpk semua, insyaAllah tindak lanjut training ESD akan di urus oleh bpk Fathii, staf di Pertamina Foundation yg mengurusi pelatihan ESD tersebut, terimakasih atas responsnya...  
(88)    Koko Budi Santoso  Assalamu'alaikum Pak ... SY inging bergabung dengan EDS, mohon informasinya ......  
(87)    Isno  Pak ingin bergabung training ESD bagaimana caranya......saya Guru SMA Negeri 3 Mojokerto.......