AhmadRizali.Com

08 Jan, 2007

Revitalisasi Pendidikan: Isu Strategis yang Tercecer (2)

Posted by: Ahmad Rizali In: Catatan|Pendidikan|Revitalisasi

UU sisdiknas yang cacat

Pendidikan NonFormal sudah banyak diatur dalam PP dan Permen,tetapi luput mengatur perijinanannya. Padahal Majlis Taklim sudah dimasukan dalam Pendidikan nonformal dan jika tidak berijin baik dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah,akan terkena sangsi penjara dan denda 1 Miljar.

Sudah seharusnya majlis taklim tidak diatur dan dimasukan dalam pendidikan non formal, karena bagian dari pendidikan informal. Sungguh lucu membayangkan majlis taklim Aisyiah Muhammadiyah atau Muslimat NU tidak memperoleh ijin, hanya karena belum memenuhi syarat administrasi.

Pembiayaan Pendidikan non APBN

Selain memungut dana dari orangtua, seharusnya pemerintah mendorong sektor publik lebih aktif membelanjakan dananya untuk pendidikan dengan cara memberi keistimewaan pajak. Meskipun ada usulan agar pemerintah memberi Tax Exemption kepada perusahaan swasta yang membantu pendidikan, tetapi tanpa upaya mengubah UU Perpajakan, usul tersebut segera menjadi angin lalu.

Jika pemerintah serius, harus ada rakor khusus dan tim gabungan Depdiknas dan Depkeu untuk merumuskan, pajak apa saja yang dapat digunakan sebagai pemicu sektor swasta membelajakan dananya secara langsung untuk pendidikan. Misalnya, setidaknya dengan menambah PTKP dalam PPh pribadi dengan unsur pembelanjaan pendidikan dan donasi CSR sebagai biaya, maka sebagian pembiayaan pendidikan bisa tertutupi.

Pemerintah juga seharusnya membentuk tim khusus untuk menggalang partisipasi upaya organisasi filantropis seperti ini. Berikan peta program yang dapat mereka bantu dan fasilitasi mereka untuk mengajukan pengurangan pajak kepada Departemen Keuangan. Jika Kementrian Diknas mampu memfasilitasi upaya ini, ucapan menghindar dari wakil presiden tentang ketiadaan anggaran negara (Kompas 9/8/06), sedikitnya bisa tertutupi

Mungkin jika isu tersebut ikut dimasukan dalam rumusan hasil diskusi dan segera ditindaklanjuti, mimpi bersama merevitalisasi pendidikan nasional dengan ongkos biaya perkamar di Hotel Bintang 5 yang mencapai 2,3 juta itu dapat dimaklumi, meskipun diperlukan ribuan kali upaya agar rencana tersebut berjalan ditataran praktis.

Depok
Awal 2007
Ssdh ikut Seminar Nasional Revitalisasi Penddkn
Depdiknas

email: nanang@sepedauntuksekolah.org

Related posts:

  1. Revitalisasi Pendidikan: Isu Strategis yang Tercecer (1) Kondisi LPTK Jika kita berbicara mutu guru secara umum dan...

No Responses to "Revitalisasi Pendidikan: Isu Strategis yang Tercecer (2)"

Comment Form

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


(62)    Hariyono  Like this....:D...  
(61)    nanang  Pak/Bu Endar dan Rere, terimakasih atas komentar anda. saya senang jika blog ini menjadi alternatif bacaan dikala bete, insyaAllah. ...  
(60)    rere  alert(‘salam IT Club Lombok’)...  
(59)    endar sudarjat parmasamita  Assalaamu'alaikum wr.wb.. Salam kenal Pak Nanang,semoga bapak senantiasa ada dalam kesehatan yang baik. Ingin saya belajar banyak hal dari bapak. Sejujurnya kami sudah jenuh melihat pelbagai persoa...  
(58)    nanang  Gus, mustinya ente lebih canggih dari ane, kan ente wartokaw :), gimane cara ngajarin wartokaw nulis, kayak ngajarin bebek berenang. Ntar kalo ane pangsiun mau full nulis, ya 3-5 taon lagi lah. Unt...  
(57)    gus dul  Nang, ente cocoknya jadi penulis kayak ane.....ge demen sama tulisan ente, mengalir, enak dibaca, daleemmm banget. ajarin gw donk...!...  
(56)    Tugi Hartono  Assalamu'alaikum Wr Wb..... Salam kenal pak Nanang.....Selamat UangTahun bapak... Saya selalu terinspirasi dengan tulisan bapak...... teriring dengan selesainya buku TTS yg bermanfaat, semoga menjadi...  
(55)    inten  assalaamu'alaikum, Pak Nanang. saya Inten, dulu pernah di Inventra, Cipete. website yang mencerahkan dan inspiring, terimakasih....  
(54)    arie5758  Selamat malam pak Nanang, saya Arie alumni stemba lulusan '96... salam kenal pak :)...  
(53)    nanang  Terimakasih semua, pak Sugeng bukankah anda di Malaysia ?...