04 Dec, 2007
Tim Monev Pantau Sertifikasi Guru Jatim
Posted by: Ahmad Rizali In: From News|Guru|Monev|Sertifikasi
Pelaksanaan sertifikasi guru di Jatim akan dievaluasi tim monitoring dan evaluasi (monev) independen sertifikasi guru pusat. Tim yang dipimpin Ketua Tim Monev Independen Ahmad Rizali ini akan melaksanaan tugasnya selama sekitar 11 hari mulai Senin (3/12).
Selama waktu tersebut, enam tim yang disebar (masing-masing tim terdiri dua orang) akan melakukan monev pelaksanaan sertifikasi guru di empat wilayah, yakni Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Sumenep. Sebelum di Jatim, tim monev independen telah melakukan tugasnya di Depok, Riau, dan DKI Jakarta.
Ahmad Rizali mengatakan, monev yang dilakukan meliputi semua hal tentang pelaksanaan sertifikasi guru. Baik sebelum sertifikasi, pada saat pelaksanaan hingga paska pelaksanaan. “Pokoknya semuanya akan dievaluasi, mulai sosialisasi sampai tunjangan profesi untuk guru yang dinyatakan lulus sertifikasi sudah diterima apa belum,” ujar Ahmad Rizali kepada Surya, Senin (3/12).
Agar hasil monev obyektif, timnya, kata Rizali akan melakukan wawancara dengan semua unsur yang berperan terhadap pelaksanaan sertifikasi guru. Mulai dinas pendidikan kota/kabupaten, Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk, dan provinsi selaku penyelenggara di wilayah. “Selain itu kami juga akan melakukan interview dan menyebarkan kuesioner kepada 20 guru peserta sertifikasi di masing-masing wilayah untuk kita jadikan sample,” tukas Rizali.
Agar hasil monev obyektif, pihaknya akan memanfaatkan pertemuan Klub Guru Indonesia Jatim di Surabaya 8 Desember. Di forum tersebut, mereka akan menggali informasi berbagai hal tentang pelaksanaan sertifikasi guru kuota 2006 dan 2007. “Sebelum laporan awal hasil monev ini kami sampaikan sekitar 20 Desember nanti, Tim akan menggali informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai pihak,” imbuh Rizali.
Meski demikian, berdasar monev di daerah lain misalnya Depok, Tim Monev mendapat temuan bahwa penyebab guru tidak lulus sertifikasi adalah karena buruknya sosialisasi. Dari 60 guru yang diambil sampel dan diwawancarai, lebih dari separonya yang menyatakan tidak tahu bagaimana proses sertifikasi guru. “Tapi kalau di Surabaya bisa jadi banyak guru yang tidak lulus sertifikasi karena berkas dan persyaratan yang dikumpulkan untuk diuji portofolionya lemah. Sehingga mereka seperti kalah sebelum bertanding” prediksi Rizali.
Sementara itu, pengumuman hasil sertifikasi guru kuota 2007 yang dilakukan tim asesor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) semakin tidak jelas. Hingga kini Unesa belum bisa memastikan kapan hasil sertifikasi diumumkan meski sebelumnya Rektor Unesa menegaskan pengumuman akan dilakukan minggu keempat November. uji
Sumber: Surya
No related posts.