25 Mar, 2008
5 Jam Bersama Kyai Zawawi Imron-Si Celurit Emas
Posted by: Ahmad Rizali In: Catatan|Pernak-pernik
Seniman penyair itu adalah manusia yang paling sulit menyembunyikan perasaannya, demikian pula Kyai Zawawi Imron, penyair Madura yang puisinya Cinta dalam Sepotong Roti dan Bulan Tertusuk Ilalang di filmkan oleh Garin Nugroho dan beberapa syairnya dinyanyikan Heidi Yunus.
Sejak dari rumah Kyai Mustafa Bisri, Kyai yg jadi penyair, Zawawi sudah menujukkan perasaan terbuka kepada siapapun. Setiap yang ditemui, disalami, ditanya nama dan darimana mau kemana dengan ramah, ditanya orang setua dia, 64 Tahun tentu semua merasa terhormat.
Zawawi sangat takzim dengan Kyai Mustafa Bisri, ketika bertemu, tanpa sungkan, diciuminya tangan Mustafa Bisri dan yang punya tangan membiarkan sambil tersenyum sareh. Zawawi itu terhitung cicit murid Mustafa Bisri, konon ayahnya pernah berguru di pondok Guluk2 Sumenep, sementara Kyai Guluk2 pernah menjadi santri di pondok Raudhatuthalibin, Rembang tempat ayah Mustafa, yaitu Kyai Bisri Mustafa mengajar kitab Alfiah, dasar sastra arab di pesantren.
5 jam di jalan dari Rembang menuju Surabaya, Zawawi bercerita tentang banyak hal, mulai dari upayanya menjalankan ponpes di sebuah desa kecil di ujung timur pulau madura dengan biaya menjual lukisannya dan menjadi komentator sepakbola di Jawapos, hingga cerita serunya tentang bahasa inggris yang membuat dia sakit kepala. Ternyata, banyak undangan membaca puisi dan sarasehan dari luar negeri yang dia tolak, karena tak ada tiket untuk pendamping yang mengerti bahasa inggris itu. Pernah Zawawi ke Eropa, tetapi ditemani seorang cerpenis muda sebagai penterjemah.
5 jam bersama Zawawi membuatku mampu menyerap begitu banyak “tenaga dalam” sastrawan itu dengan “Thi Khi I Beng” yang kumiliki, terutama kebersahajaan Zawawi dan kerendahatiannya. Saat mau nebeng Kijang yang kusewa, Zawawi tak sungkan dan kutempatkan dia di kursi VIP, baris kedua sisi kiri. Ketika tiba di Surabaya, dia menolak kami antar, dan minta di drop pas di depan terminal bus Surabaya, sang celurit emas dan santrinya segera menyebrang menuju madura.
Tadi malam, bersama Mustafa Bisri dan Slamet Gundono seniman tambun spektakuler yang senang gambusan itu, Zawawi didampingi Ratih Sanggarwati yang cantik itu, kembali memukau sahabat sahabatnya yang menghadiri acara Maulud di Aula BPPT Thamrin, Menristek Kusmayanto dan Waka Parlemen AM Fatwa tampak diantara hadirin, beberapa anggota DPRD DKI, seperti Igo Ilham juga hadir, Zawawi memang piawai.
Tabik
25/3/08
Nanang
email: nanang@sepedauntuksekolah.org
No related posts.