AhmadRizali.Com

16 Sep, 2008

Kapan Kapoknya Anak Bangsa ini?

Posted by: Ahmad Rizali In: Catatan|Pernak-pernik

Kapan kapoknya anak bangsa ini? Bencana demi bencana sudah rutin melindas buminya. Sesudah jalan bebas hambatan ke Bandara Internasional digenangi air dan mempermalukan wajah bangsa dengan tak terkira, ratusan rumah kembali disapu banjir bandang di situbondo dan berbagai daerah di Sulsel dan Sumatra. Kebanjiran di semua tanah negeri rasanya bukan berita lagi, sudah seperti sarapan pagi, yang tak layak diwartakan.

Radio ElShinta Jakarta dan beberapa media elektronik barusan mewartakan dan mendiskusikan sudah mulai miringnya beberapa gedung di Jalan MH.Thamrin Jakarta karena turunnya permukaan tanah di Jakarta beberapa centimeter, Koran Harian Republika Minggu pernah mewartakan prediksi ilmiyah bahwa pantai utara Jakarta akan tenggelam di Tahun 2050, prediksi pakar kebumian yang menggunakan hitung hitungan rumit itu bisa jadi hanya simulasi, tetapi banjir di Tol Bandara Cengkareng diyakini adalah akibat reklamasi pantai indah kapuk (PIK) kawasan ter elit disana. Jika di garasi rumah di Pondok Indah Jaksel terparkir mobil Jaguar, penghuni PIK memarkir kapal pesiarnya di garasi rumah.

Banjir bandang Situbondo yang diwartakan Harian Kompas Minggu, juga adalah fakta gundulnya kawasan dataran tinggi di lereng Gunung Raung dan Argopuro di ujung timur pulau Jawa yang di awal Tahun 1980an sudah pula gundul, meski saat itu masih banyak berkeliaran dengan bebas burung Rangkong dan burung merak, di sana sini selada air masih tumbuh subur.

Jika prediksi ilmiyah pakar kebumian ITB itu benar, beberapa lokasi di DKI seperti Taman Impian Jaya Ancol, Pelabuhan Tanjung Priok, Stasiun Kota kurang dari 50 Tahun lagi akan menjadi lautan, bahkan diprediksi, Monas dan Istana Presiden tergenang air laut, wajah Jakarta dan Republik ini akan semakin compang camping. Itu belum seberapa, ratusan bahkan jutaan warga Jakarta Utara kehilangan rumah dan akan mengungsi ke tempat lebih tinggi.

Belum usai kegelisahan dan geramku, SCTV menayangkan acara Sigi 30 menit tentang reklamasi pantau utara Jakarta yang dilegalkan oleh Kepres di Tahun 1995 dan Perda DKI, mungkin di Tahun yang sama. Menteri LH, Rachmat Witoelar bersikeras menolak reklamasi besar besaran yang oleh Ketua Badan Reklamasinya senilai 40 Triliun Rupiah tanpa APBN. Lantas jika duit swasta, tetapi jika berakibat akan menenggelamkan Jakarta, so what ?

Tayangan dan berita di atas sangat kontras dengan upaya penanaman sejuta pohon dan gaung konferensi perubahan iklim global yang berhasil memaksa Amerika ikut serta menanggulangi dampak perubahan iklim itu. Kedua kontras itu ibarat, kontrasnya seseorang yang membayar zakat dari uang korupsi atau penerima uang sogok yang tersedu sedu saat menghadiri acara zikir pertobatan akbar.

Keserakahan, kecerobohan, kedegilan, kelemahan hati dan ketiadaan integritas serta ketidakpedulian akan dampak yang ditimbulkan akibat ulahnya, bercampur dengan kebodohan, membuat penguasa negeri bergeming membuta tuli dan dengan tegar tetap meneruskan pekerjaan penghancuran raksasa itu. Kemana wakil rakyat kita di DKI, kemana wakil rakyat mayoritas itu bersembunyi, sedang berlibur keluar negerikah mereka, atau sedang pergi Umrah ?

Kapan kapoknya anak bangsa ini, ….. sesudah didera berbagai bencana, masih saja tidak peduli dengan kegiatan raksasa yang akan mempercepat tenggelamnya ibukota negeri ini, ingat sebuah pulau es yang sangat besar di Kutub sudah mulai mencair, artinya permukaan laut juga akan naik, pelan tapi pasti.

Kapan kapoknya anak bangsa ini…..

Nanang-Depok
10Feb08 (revisi 16Apr08)

email: nanang@sepedauntuksekolah.org

Gambar dikutip dari: http://www.angkasa-online.com

No related posts.

No Responses to "Kapan Kapoknya Anak Bangsa ini?"

Comment Form

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


(62)    Hariyono  Like this....:D...  
(61)    nanang  Pak/Bu Endar dan Rere, terimakasih atas komentar anda. saya senang jika blog ini menjadi alternatif bacaan dikala bete, insyaAllah. ...  
(60)    rere  alert(‘salam IT Club Lombok’)...  
(59)    endar sudarjat parmasamita  Assalaamu'alaikum wr.wb.. Salam kenal Pak Nanang,semoga bapak senantiasa ada dalam kesehatan yang baik. Ingin saya belajar banyak hal dari bapak. Sejujurnya kami sudah jenuh melihat pelbagai persoa...  
(58)    nanang  Gus, mustinya ente lebih canggih dari ane, kan ente wartokaw :), gimane cara ngajarin wartokaw nulis, kayak ngajarin bebek berenang. Ntar kalo ane pangsiun mau full nulis, ya 3-5 taon lagi lah. Unt...  
(57)    gus dul  Nang, ente cocoknya jadi penulis kayak ane.....ge demen sama tulisan ente, mengalir, enak dibaca, daleemmm banget. ajarin gw donk...!...  
(56)    Tugi Hartono  Assalamu'alaikum Wr Wb..... Salam kenal pak Nanang.....Selamat UangTahun bapak... Saya selalu terinspirasi dengan tulisan bapak...... teriring dengan selesainya buku TTS yg bermanfaat, semoga menjadi...  
(55)    inten  assalaamu'alaikum, Pak Nanang. saya Inten, dulu pernah di Inventra, Cipete. website yang mencerahkan dan inspiring, terimakasih....  
(54)    arie5758  Selamat malam pak Nanang, saya Arie alumni stemba lulusan '96... salam kenal pak :)...  
(53)    nanang  Terimakasih semua, pak Sugeng bukankah anda di Malaysia ?...