27 Sep, 2008
Cerita ttg M.Natsir (alm-Mantan PM RI) dari ayahku
Posted by: Ahmad Rizali In: Catatan|Pernak-pernik
Ayahku, biasa kupanggil abah (seperti suku sunda), oktober nanti berusia 90 Tahun dan masih jernih dalam berfikir,meski sudah agak budeg dan matanya yg usai dioperasi katarak tdk ingin dipasangi lensa kontak. Ayahku adalah saksi hidup pra kemerdekaan, saat kemerdekaan hingga jaman presiden SBY. Meski beliau suka bicara, tetapi sangat irit dalam cerita ttg patriotisme, entah kenapa.
Suatu saat beliau bercerita tentang kehidupan alm. M. Natsir yang dia kenal pribadi. Ayahku pedagang yang pro masyumi dan diapun pernah seperguruan dengan KH. Idham Khalid tokoh politik NU itu. Suatu saat ayahku berkunjung kerumah Natsir, dgn mata berkacakaca dia bercerita, rumah seorang mantan PM, sangat bersahaja, kursi tamu juga bersahaja bahkan gelas untuk minuman yang dihidangkan tidak seragam.
Ayah kembali bercerita, raja Faisal, sahabat alm. Natsir pernah berkunjung ke Indonesia, saat itu alm. Natsir sudah menjadi warga biasa. Ketika saat sholat di istiqlal, Natsir juga hadir, karena warga biasa beliau duduk jauh di shaf belakang. Siapa yg dicari alm raja Faisal yg juga konon budiman itu, ternyata Natsir dan didekatinya shaf Natsir. Beliau juga pernah mengembalikan hibah negara timteng, ketika bea cukai menjadi ribet dan bermaksud memalak saat ngurusi hibah itu.
“pak Natsir,…” begitu ayahku memanggilnya ” sangat qonaah dan tanpa dendam. Tahunan dia dipenjara oleh Sukarno tanpa kejelasan salahnya dan tanpa pengadilan, namun tak sepatah katapun dia memusuhi dan berkata buruk tentang Sukarno”. Qanaah itu adalah bersahaja dan bersyukur dengan apa yg ada.
Ketika aku menonton TV One yg bercerita ttg alm Natsir, aku teringat kembali cerita abahku tadi. Kapan pemimpin negeri seperti Natsir muncul kembali, saya yakin masih ada. Yang pasti, bahwa kredo saat ini, jika ingin menjadi politikus harus kaya dahulu agar tidak korupsi, tidak sepenuhnya benar. Natsir tidak pernah kaya saat belum, ketika dan sesudah menjadi salah satu negarawan terbaik negeri ini dan Natsir juga tidak korupsi.
17/8/08
Depok
Nanang
No related posts.