AhmadRizali.Com

29 Sep, 2008

Kyai Abdul Basith, sang Ideolog

Posted by: Ahmad Rizali In: Catatan|Pernak-pernik

Kyai Hanif uluk salam dengan takzim di depan rumah sangat sederhana itu, tak lama muncul sosok berbadan kecil, berkain sarung, peci hitam dipapah seorang anakmuda sambil bertelekan tongkat, dengan wajah berseri seri Kyai Basith menyambut kami. Kyai Hanif, pengasuh pesantren yang masih terhitung ponakan itu dengan takzim mencium tangan beliau, diikuti pak Panji sang murid yang bukan keturunan Kyai dan akupun menyalami tangan beliau sambil menunduk takzim.

Kyai yang sudah tampak sepuh ini sebetulnya baru berusia 60an Tahun, namun hidupnya serba kerjakeras, hingga pondok pesantrennya di desa Guluk Guluk, diantara Sumenep dan Pamekasan Madura itu mampu memperoleh anugerah Kalpataru, mampu membangun beberapa Madrasah Iftidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah serta SMA dan Sekolah Tinggi karena keuletan Kyai Basith.

Lebih dari 4.000 santri dari seantero Madura dan daerah Tapal Kuda Jatim bersekolah di madrasah ini. Karisma Kyai ini pula yang mampu membuat GusDur menyempatkan diri jauh jauh datang kesana ketika menjabat Presiden dan alm. CakNur juga pernah berkunjung ke sana. Beberapa bule voluntir juga sempat mampir menjadi Guru beberapa bulan di sini.

Kyai?Basith jarang keluar area desa sekitar pondok jika tidak terpaksa, selain mengajar kitab kuning kapada santrinya, dia giat membina masyarakat sekitar. Kyai Basith hidup dari pembayaran pondok santrinya yang 35.000 per kepala perbulan biaya hidup, termasuk makan. Meski Nyai Basith tidak terlarang berdagang, tetapi bu Nyai dilarang oleh suaminya, karena kata pak Kyai, tidak elok seorang istri Guru mengambil keuntungan dari murid muridnya kecuali secukupnya, ikut hidup dengan bayaran mondok sudah cukuplah.

Kyai Basith sangat wara’, hidup sangat berhati hati dan sangat bersahaja. Ketika dia sakit dia dibantu oleh sahabat2nya dan tahukan anda, karena sifat wara dan kebersahajaan itu, sisa uang bantuan itu ketika dia sehat dan mampu kembali ke pondok, dikembalikan ke pesantren. Kyai Abdul Basith adalah tauladan hidup bagi semua santri pondok dan semua kakak kakaknya, para syech-masyayih pondok.

Ketika masih sehat, Kyai Basith sangat energik, dia bergaul dengan semua golongan, mulai dari muslim non NU hingga penganut katolik, dia juga belajar dari banyak sahabatnya tentang banyak ilmu, oleh karena itu, tulisan Kyai Basith di dunia alim ulama NU sangat dihormati.

Kyai Basith juga ikut dengan kuli batu membangun gedung Madrasah dan gedung pondok lainnya sejak usai salat subuh tanpa menelantarkan santrinya. Mengikuti moyangnya, Kyai Ilyas generasi awal pendiri pondok, yang memulai khutbah jum’at dalam bahasa Indonesia dan ditentang banyak Kyai NU, Kyai Basith berfikiran dan berperilaku maju meskipun tetap memegang nilai nilai trandisionil.

Karena banyak bergumul dengan penyelamatan lingkungan hidup, Kyai Basith dan Pondok Annuqayah memperoleh hadiah Kalpataru. Saat ini, di pondok dikembangkan produk jamu dan saat ikut serta dalam konferensi guru lingkungan hidup Internasional di Prigen Pasuruan dua pekan lalu, keponakan Kyai Basith yang sekarang meneruskan cita cita pamannya menjadi pendidik, memperoleh predikat penampil terbaik dengan rencana aksi terbaik.

Karena penampilan keponakan Kyai Basith, peserta Malaysia, Spanyol, USA, Filipina dan negara lain berubah persepsinya tentang pondok pesantren, dari kesan produsen teroris yang hanya mengkaji Kitab dengan pandangan picik, menjadi penyelamat lingkungan hidup, sebelum manusia lain ribut urusan perubahan iklim global.

Penulis beberapa kali bertamu ke rumah Kyai Basith yang sangat sederhana, sebelum kami bertukar pikiran, selalu disuguhi teh manis dan kue kering. Pemikiran beliau masih tajam, meskipun pak Kyai sudah sulit menyampaikannya, karena penyakit gulanya sudah menyerang sistim syaraf. Saya jadi terbayang, alangkah hebatnya sosok Kyai sang ideolog pondok annuqayah ini saat masih muda.

Semoga berkahNYA selalu untukmu pak Kyai.

Salam
Nanang

email: nanang@sepedauntuksekolah.org

Related posts:

  1. 5 Jam Bersama Kyai Zawawi Imron-Si Celurit Emas Seniman penyair itu adalah manusia yang paling sulit menyembunyikan perasaannya,...

No Responses to "Kyai Abdul Basith, sang Ideolog"

Comment Form

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


(58)    nanang  Gus, mustinya ente lebih canggih dari ane, kan ente wartokaw :), gimane cara ngajarin wartokaw nulis, kayak ngajarin bebek berenang. Ntar kalo ane pangsiun mau full nulis, ya 3-5 taon lagi lah. Unt...  
(57)    gus dul  Nang, ente cocoknya jadi penulis kayak ane.....ge demen sama tulisan ente, mengalir, enak dibaca, daleemmm banget. ajarin gw donk...!...  
(56)    Tugi Hartono  Assalamu'alaikum Wr Wb..... Salam kenal pak Nanang.....Selamat UangTahun bapak... Saya selalu terinspirasi dengan tulisan bapak...... teriring dengan selesainya buku TTS yg bermanfaat, semoga menjadi...  
(55)    inten  assalaamu'alaikum, Pak Nanang. saya Inten, dulu pernah di Inventra, Cipete. website yang mencerahkan dan inspiring, terimakasih....  
(54)    arie5758  Selamat malam pak Nanang, saya Arie alumni stemba lulusan '96... salam kenal pak :)...  
(53)    nanang  Terimakasih semua, pak Sugeng bukankah anda di Malaysia ?...  
(52)    sugeng santoso  Saya bangga jadi anggota tim Beliau sejak 96, dan banyak ilmu yg sy dapat dari Beliau....Tq P Rizali,...Sukses selalu, mdh mdhn Allah memberkahi keluarganya, amin......  
(51)    salamah  saya seorang guru SD dari sekolah pinggiran .... dan saya senang jika membaca kisah-kisah inspiratif dari para senior saya....... ...  
(50)    salamah  hebat sekali.........  
(49)    alat peraga  Salam kenal pak... semoga pendidikan di indonesia makin meningkat anda adalah inspirasi kita semua.. salam kenal alat peraga...