AhmadRizali.Com

09 Oct, 2008

CATATAN MUDIK 2008: Hotel Laboratorium Edotel – Yogyakarta, Agak Mahal Saat IdulFitri

Posted by: Ahmad Rizali In: Catatan|Mudik

Hotel Laboratorium Edotel-Yogyakarta, agak mahal saat IdulFitri

Hotel tempat praktek SMK perhotelan berlantai 3 itu terletak di daerah sangat strategis, di sisi lapangan kridosono. Namun, meski diupayakan setara Hotel berbintang, namun pelayanan masih jauh dari memuaskan. Kami sewa 2 kamar dengan pintu penghubung, ternyata ruang utama yang kutempati AC-nya hanya bisa menjalankan kipas mesin, pendinginnya tidak berfungsi, sehingga semalaman AC ruang tetangga yg berfungsi mendinginkan kedua ruangan. Kamar luas, bersih, TV dan Bathup serta pemasak air minum serta air mandi hangat tersedia.

Jam 00.30 aku baru bisa tidur dan mencek mobil sebelum jam 07.00. Ternyata, ban belakang kiri kempes total. Ini kesalahanku yg fatal dgn tidak menambalnya ketika ada indikasi bocor kecil disana, persis indikasi seperti ban depan kiri yg kutambal saat mau berangkat. Penyebabnya, apalagi jika bukan ranjau paku. Segera kuganti dengan serep, ternyata, ini kesalahan kedua !! Ban sereppun, tidak kuperiksa, ternyata kempes dan bocor pula !! Sesudah bersusah payah mengganti ban, akhirnya kubawa pula ke tukang tambal.

Tukang tambal tubeless untuk ban mobil ternyata hanya sedikit tersedia di Yogya, yang ada disetiap jalan adalah tukang tambal ban sepeda dan sepeda motor. Kudapatkan tukang tambal pas disisi Makam Pahlawan, tidak jauh dari Edotel. Nampaknya dia bukan dari suku Batak yg merajai pertambalan ban di Jakarta. Bapak dengan anak yg terlihat sangat priyayi dan bertampang berpunya itu memeriksa dengan teliti seluruh muka ban.

Mereka gunakan air dicampur sabun colek dan disapukan dengan kuas. Terlihat jelas dimana yg bocor, sehalus apapun, karena tekanan udara menyebabkan gelembung dilubang bocor. Tambal tubeless sangat efektif, hanya perlu beberapa menit. Nambal di Yogya ternyata cukup mahal, 20.000 per ban, di Depok, depan rumahku cuma 8.000/ban.

Makan pagi di Hotel ternyata kurang joss !! Hanya tersisa nasi dan bihun goreng dingin, piringpun sudah ludes. Kata ketiga anak dan istriku, makanan sangat tidak enak dan pelayanan kurang baik. Kami kena uang sewa 800 an ribu, sebuah nilai yang cukup tinggi untuk pelayanan seperti itu. Tepat Jum’at, 3 Oktober 2008, jam 09.15 kami berpacu menuju Solo. Aku hanya sarapan potongan brownies bawaan dari Jakarta.

Yogya-Solo, kurang dari 80 Km, 2 jam lebih !!

Jalan arteri Yogya-Solo yang sangat lebar dan sebelumnya tidak bermasalah, saat ini dipasangi lampu lalin disetiap per3 an atau per4an, sehingga arus lalin tersendat. Dahsyatnya, kendaraan hanya diberi waktu beberapa detik untuk lewat dan sebetulnya lampu yang disini disebut Bang Jo itu tidak perlu amat. Bahkan ada pemudik yg protes di radio Elshinta dengan adanya lampu lalin itu. Padahal, saat arus padat seperti itu, sebaiknya disetel kedip kedip saja, kecuali per3an dan per4an yang sangat padat.

Lampu itu memperlambat kami tiba di solo dari hanya 1 jam menjadi sekitar 2 jam. Bahkan, kami sempat tersesat di Solo, ketika jalan utama kota Solo padat merayap, kami berbelok ke kiri. Dengan bertanya kiri kanan, kami berhasil meluncur menuju arah Ngawi dan makan siang disebuah warung ayam goreng yang renyah dan sangat lezat. Rawon yg kupesan juga sangat lezat.

Di Nganjuk, kami istirahat sejenak di sebuah masjid kecil pinggir jalan dan sholat jamak qasar takhir. Aku belum mandi sejak dari Yogya menambal ban dan mandi di masjid itu, kusempatkan mandi dan ganti baju di kamarmandi masjid itu, airnya sejuk.

Liza mengambil alih kemudi, dia driver khusus sore hingga petang. Sesudah macet sedikit di Kertosono, jam 18.30 kami tukeran posisi kembali di Trowulan, sesudah dialihkan, karena mojoagung macet. Kami membelok dipertigaan menuju Pacet/Mojosari yang seringkali salah kulewati dan kami pernah kebablasan hingga Krian.

Jalanan lengang, hanya dipenuhi sepeda motor yang sejak berangkat dari Depok, adalah raja jalanan sesungguhnya, truk pun mengalah kepada gerombolan yang dimanapun ada seperti rayap dan kecebong itu. Mereka seringkali tidak tertib dan enggan menggunakan lajur kiri dipinggir dan sering menyerobot ke tengah, padahal tidak berkecepatan tinggi. Beberapa kali aku mengumpat pelan karena terperanjat gara gara sepeda motor tiba2 nyelonong memotong jalur mobil dari kiri.

Jam 20.00 kami berhenti di Purwosari, Kabupaten Pasuruan, makan nasi rawon dan ayam goreng, makanan tersisa yang bisa dipesan hanya itu, semua ludes. Aku terlambat stop di Pandaan, padahal di sana banyak restoran besar. Tdk apalah, ayam dan Rawon ludes dan Kamis 3 oktober 2008, pukul 21.15 kami masuk ke Kota Malang, menuju Jl. Batang Alai-belakang RS Laffalete Rampal, dimana kedua ortuku tinggal. Malang, my beloved city kelahiranku, kita berjumpa lagi !!!

(Bersambung)

Related posts:

  1. CATATAN MUDIK 2008: Sepeda Motor Tetap Raja Jalanan Take off dari Depok delay 30 menit lebih, seharusnya estimated...
  2. Mudik Lebaran Thn 2007: Catatan Kecil (2) Desa Gubuk Klakah yg makmur dan Coban Pelangi Meski di...
  3. Mudik Lebaran Thn 2007:Sebuah Catatan Kecil (1) Depok-Cirebon dalam 3 jam Sesudah menghitung macetnya arus mudik Lebaran,...

No Responses to "CATATAN MUDIK 2008: Hotel Laboratorium Edotel – Yogyakarta, Agak Mahal Saat IdulFitri"

Comment Form

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


(62)    Hariyono  Like this....:D...  
(61)    nanang  Pak/Bu Endar dan Rere, terimakasih atas komentar anda. saya senang jika blog ini menjadi alternatif bacaan dikala bete, insyaAllah. ...  
(60)    rere  alert(‘salam IT Club Lombok’)...  
(59)    endar sudarjat parmasamita  Assalaamu'alaikum wr.wb.. Salam kenal Pak Nanang,semoga bapak senantiasa ada dalam kesehatan yang baik. Ingin saya belajar banyak hal dari bapak. Sejujurnya kami sudah jenuh melihat pelbagai persoa...  
(58)    nanang  Gus, mustinya ente lebih canggih dari ane, kan ente wartokaw :), gimane cara ngajarin wartokaw nulis, kayak ngajarin bebek berenang. Ntar kalo ane pangsiun mau full nulis, ya 3-5 taon lagi lah. Unt...  
(57)    gus dul  Nang, ente cocoknya jadi penulis kayak ane.....ge demen sama tulisan ente, mengalir, enak dibaca, daleemmm banget. ajarin gw donk...!...  
(56)    Tugi Hartono  Assalamu'alaikum Wr Wb..... Salam kenal pak Nanang.....Selamat UangTahun bapak... Saya selalu terinspirasi dengan tulisan bapak...... teriring dengan selesainya buku TTS yg bermanfaat, semoga menjadi...  
(55)    inten  assalaamu'alaikum, Pak Nanang. saya Inten, dulu pernah di Inventra, Cipete. website yang mencerahkan dan inspiring, terimakasih....  
(54)    arie5758  Selamat malam pak Nanang, saya Arie alumni stemba lulusan '96... salam kenal pak :)...  
(53)    nanang  Terimakasih semua, pak Sugeng bukankah anda di Malaysia ?...