25 Oct, 2008
AirConditioner, Lift dan Lampu Ruangan
Posted by: Ahmad Rizali In: Hemat Energi|Sampoerna Foundation
Sampoerna Foundation cukup dikenal oleh kolega dan karyawannya memiliki kantor dengan pendingin ruangan yg dinginnya minta ampun, tidak cocok untuk warga tropis, terutama aku. Bahkan saking dinginnya, beberapa bule Inggris dan Australia yg bekerja disanapun sering menggigil kedinginan.
Apakah suhunya tidak dapat disetel sesuai iklim tropis ? Rasanya, dengan kemajuan teknologi saat ini, penyetelan pendingin ruangan meskipun terpusat,bukanlah sesuatu yg rumit. Namun, mungkin ada kesengajaan dari pimpinan tertinggi Foundation itu agar semua karyawannya mengenakan jas resmi Foundation, meskipun terasa memaksa sekali.
Lift yg merupakan transportasi wajib gedung bertingkat, awalnya membantu penghuninya naik dan turun dengan mudah dan cepat. Namun, lift saat ini memanjakan penghuni gedung bertingkat itu. Meski hanya naik, bahkan turun setingkat, mereka lebih suka menunggu jemputan Lift beberapa saat, pdhl seringkali lebih cepat melalui pintu darurat.
Demikian pula ekskalator. Lihat saja, nyaris semua pengunjung tidak bergerak di atas ekskalator ketika menaiki tingkat di atasanya dan tangga biasa terlihat kosong. Ekskalator memang lebih mengutamakan kenyamanan daripada kecepatan.
AC, Lift dan ekskalator adalah alat angkut yang memerlukan enerji untuk menjalankannya. AC, bahkan memerlukan enerji yg besar untuk mendinginkan ruangan dengan suhu dibawah 20 derajat selsius itu. Lift dan ekskalator sama saja, keduanya butuh enersi dari bahan tak terbarukan, minyak bumi, gas dan batubara.
Jika AC suhunya dinaikan 2 derajat saja, sudah cukup banyak enersi yg diirit, apalagi jika gedung bertingkat itu mau menggunakan lampu tuhan, matahari dengan mengurangi penggunaan lampu ruangan, ketika sinar matahari cukup.
Jika naik dan turun beberapa tingkat menggunakan tangga darurat, alangkah banyaknya energi dari lift diirit,bahkan si pengguna akan semakin sehat karena membakar enersi tubuh setiap hari. Selain itu, jika ada masalah dengan pintu darurat akan segera diketahui.
Ketika AC padam di malam hari, maka saluran (ducting) dari sentral pembangkit akan bersuhu hangat dan lembab. Kondisi itu merupakan surga untuk tumbuhnya berjenis jasad renik dan sumber penyakit. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa salah satu penyakit hi-rise building disebabkan oleh kotornya saluran AC tersebut.
Teman teman berkantor di gedung pencakar langit ? Mulailah hidup sehat dengan sesering mungkin menggunakan tangga darurat, mematikan lampu penerang jika cahaya matahari cukup dan mengusulkan kepada pengelola gedung agar menyetel suhu ruangan yang cocok dg kondisi manusia tropis dan tentu meminta kepada mereka untuk secara rutin membersihkan saluran AC agar hawa dingin yang menyemprot itu tidak mematikan.
Bayangkan, jika upaya kecil ini menjadi sebuah gerakan, tentu cukup banyak enersi yang bisa kita irit, selain menggunakan transportasi umum seperti KRL dan TransJakarta Bus, untuk mengurangi kemacetan dan penggunaan bensin dan solar.
Depok
25/10/08
Nanang
No related posts.