26 Oct, 2008
Pendidikan Anti Korupsi KPK, lantas?
Posted by: Ahmad Rizali In: Anti Korupsi|Pendidikan
Dengan terbirit-birit karena tenggat waktu, akhirnya seri modul Pendidikan Anti Korupsi (KPK) diluncurkan. Buku yg didanai oleh Danish Intl. Dev Agency itu diserahkan sendiri oleh Ketua KPK, Antasari Azhar kepada Mendiknas Bambang Sudibjo di kantor KPK, selasa 22/10/08 pekan ini. Mendiknas membawa lengkap jajarannya.
Dirjen Suyanto, Direktur Pelatihan Guru Sumarna, Kepala Pusbuk dan entah siapa lagi terlihat disana. DKI, selain mengirim Sekda-nya, juga hadir Kadinas Penddk Dasar Sukesti dan Kadinas Dikmenti Margani. Selain mereka itu, yg membanggakan, para penyusun guru guru yang serenceng itu, hadir semua. Wajah mereka berseriseri.
Buku Modul PAK ini memang dibuat dgn cara partisipatif,artinya KPK menyewa saya sbg fasilitator unt mengajak guru dari Jadebotabek merumuskan pertanyaan “Nilai apakah yg harus diajarkan agar murid murid menjadi anti Korupsi?”
Selama 2(dua) hari, guru dibekap di pusdiklat BPKP Kalibata berdebat,diskusi menjawab pertanyaan itu. Ketika nilai nilai sudah terumuskan dan berjumlah 9 (sembilan), guru dipisah sesuai jenjang. Ibu Tika, seorang praktisi psikologi remaja menjadi fasilitator SLTA, Bpk Syamsul, Guru senior dari Perguruan Fajar Hidayah mengurusi SMP, sedangkan SD/MI diurusi oleh ibu Desiree, mantan Guru Madania yg sekarang Trainer di Teacher Institute Sampoerna Foundation.
Mereka merumuskan, bagaimana 9 nilai itu diajarkan di jenjang masing masing. Metodenya, isinya dlsb. Perdebatan berlangsung alot.Seringkali menyangkut definisi, kadangkala kegunaan, bahkan persepsi atas nilai itu. Seperti nilai “Setiakawan” tdk disukai krn banyak koruptor yg sangat setiakawan, akhirnya kompromi dgn kata “Peduli”. Nilai Ulet pun yg cukup bagus, kurang disenang guru sekarang dan lebih suka “Kerja Keras”.
Hasil rumusan dari lebih 30 guru itu dikumpulkan dan diramu oleh para penulis naskah yg juga fasilitator di atas, hasilnya dioper ke penyelaras akhir Ahmad Rizali (www.ahmadrizali.com) yang dibantu oleh asisten naskah SD, mas Nugroho, pakar dari Unes; Uus Rustandi guru berprestasi dari SMPN di Karawang unt SMP dan Sururi Aziz, guru berprestasi dari perguruan alBina Bekasi untuk SLTA. Keduanya jg koordinator KlubGuru di Karawang dan Tangerang.
Sesudah bolak balik dari penulis naskah, penyelaras, penulis, ilustrator hingga tim KPK, dibuatlah lokakarya ke-2, dimana guru peserta lokakarya-1 tadi diseleksi unt memberi komentar dan revisi hasil penulisan dan ilustrasi menjelang akhir. Hasil masukan akhir digodog kembali oleh tim penulis, penyeleras dan ilustrator dan tim KPK, jadilah naskah final yg siap di cetak.
Akhirnya, diluncurkanlah seri PAK untuk SD/SMP/SLTA-sederajat, lengkap dengan panduan guru. Sebelumnya, sebelum dicetak dilakukan uji pembelajaran oleh guru dan ditemani penulis naskah di bbrp SD/MI,SMP dan SLTA relawan, masukan juga ditampung melengkapi naskah.
Semua yang ikut dalam produksi modul PAK namanya tercantum di halaman-1 modul, saya bangga mampu memfasilitasi guru guru agar mampu membuat modul itu dan bangga pula mampu mendorong dorong penulis naskah serta sabar dicereweti KPK dan ilustrator, teman2 yg sangat kreatif dari Mizan, agar modul ini segera kelar.
Selanjutnya, mestinya anggota KlubGuru menjadi pionir relawan untuk mulai mempraktekkan PAK di sekolah masing masing, siap ? Atau justru teman teman guru yg lain ?
Tabik
Nanang
25/10/08
Related posts:
- Korupsi, Bencana Alam dan Mutu Pendidikan Adakah korelasi antara korupsi dengan bencana alam dan buruknya mutu...