AhmadRizali.Com

29 Oct, 2008

Tujuan Pembangunan Satu Alaf (Millenium Development Goals-MDGs), so what?

Posted by: Ahmad Rizali In: Catatan|MDGs

Kembali aku tertakdir untuk makan siang lezat gratis, ditempat dingin, dilayani petugas berdasi kupu2 dan bertemu kembali dengan para tokoh penggiat program “tanggung jawab korporasi-CSR” dalam acara peluncuran Laporan hasil MDGs di Indonesia yg diprakarsai oleh Bappenas, UN dan Metro TV, sekaligus penganugerahan “MDGs Award” kepada para pihak yg bergiat menyukseskannya.

Di sini aku merasa asing, meski yg mereka lakukan aku tidak asing, bagaimana tidak, mereka melakukan pekerjaan menaikkan APM/APK SD,meningkatkan gizi balita dan ibu menyusui, melestarikan lingkungan, konservasi enerji dlsb, termasuk “Income Generating Activities”, semua itu duniaku. Hanya saja, sekarang yg berbicara adalah para bos purel dan CSR officer dan pejabat tinggi pemerintah yg wangi dan berjas.

Ada Frans Welirang, bicara apa yg dilakukan oleh Indofood, ada Direktur Aqua Danone, seorang lelaki perancis yg fasih berbahasa Indonesia, WaliKota Sukabumi, Walikota Tarakan, Deputi Menko Kesra, Bappenas, Wakil UNDP, wakil PBB dan mantan Duta MDGs Erna Witoelar dan beberapa CEO perusahaan besar, hadir.

Mereka berbicara pencapaian angka partisipasi murni (APM) SD dan angka partisipasi kasar (APK) SMP, tanpa peduli mutu SD/SMP itu, kondisi gurunya, dampak UN dll. Mereka bicara pencapaian statistik penyumbang Indeks Pembangunan Manusia (HDI) dan apa yg dilakukan. Setengahnya adalah “lipstik” perusahaan, meski ada yg benar2 serius.

Saat MDGs award tiba, banyak pria metroseksual pesolek dan perempuan cantik molek muncul. Ada pesohor Perucha Yusar Yahya, perenang cantik jaman saya muda, dulu. Sekarang tambun, masih tersisa kecantikannya. Hadir pula Nugie dgn lagu “Lentera Jiwa”, Dedi Miing dan Wanda Hamidah, politikus PAN dan Olga Lydia penyiar TV dan beberapa pesohor lain yg menjadi duta duta MDGs, agar manusia peduli nasib si miskin.

Enak juga ketika diri kita tidak mengenal dan tidak dikenal, kemana mana hanya tersenyum, mata dan telinga “full capacity” melihat, mengamati dan mendengar celotehan mereka di sisi meja penganan dan meja bundar peserta.

Pukul 16.30, aku tidak betah dan pulang, sambil merenung renung menuju halte busway, aku merasa lapar, untung tak ada gerobak penjual mi ayam, jika ada, bisa jadi aku mampir mengudap penganan tak jelas gizi dan kebersihannya itu, tanpa peduli sdg berpakaian necis, berdasi rapi (agar diterima menjadi anggota komunitas CSR itu).

Rasanya malu ati, bicara nasib orang miskin dalam situasi makanan dan minuman luber, pakaian necis dan wangi, serta kendaraan besar dan nyaman, serta bergaji besar dan tak pernah berkeringat (beneran), tetapi itulah fakta kehidupan, mau apalagi.

Depok
29/10/08
Nanang

No related posts.

4 Responses to "Tujuan Pembangunan Satu Alaf (Millenium Development Goals-MDGs), so what?"

1 | Doly Hutapea

November 3rd, 2008 at 1:49 am

Avatar

Pak Nanang, terimakasih sudah berbagi pengalamannya mengikuti acara peluncuran Laporan MDGs Indonesia dan penyerahan MDGs Award. Terlebih lagi, sharing kegelisahan hati Pak Nanang. Kegelisahan yang sama … Masih sangat banyak anak bangsa yang belum menerima pendidikan dengan baik !

Dalam beberapa kesempatan, saya ikuti tulisan Bapak. Tulisan yang inspiring …

Selamat terus berkarya …

Salam

2 | Nanang

November 5th, 2008 at 9:18 am

Avatar

Doly,..
Terimakasih komentarnya dan mari kita berkarya terus, tak guna menggerutu terus2an toh ?
Salam

nanang

3 | johnny m siahaan

December 11th, 2008 at 4:01 pm

Avatar

halo mas nanang… apakabar? kita pernah ktm di pertamina diruangan pak bin. ternyata mas nanang penulis yang hebat ya..tulisan mas nanang membangkitkan inspirasi…terus berkarya dan berbuat….salam INDONESIA

4 | Nanang

January 28th, 2009 at 9:10 am

Avatar

Terimakasih mas Johnny

Comment Form

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


(58)    nanang  Gus, mustinya ente lebih canggih dari ane, kan ente wartokaw :), gimane cara ngajarin wartokaw nulis, kayak ngajarin bebek berenang. Ntar kalo ane pangsiun mau full nulis, ya 3-5 taon lagi lah. Unt...  
(57)    gus dul  Nang, ente cocoknya jadi penulis kayak ane.....ge demen sama tulisan ente, mengalir, enak dibaca, daleemmm banget. ajarin gw donk...!...  
(56)    Tugi Hartono  Assalamu'alaikum Wr Wb..... Salam kenal pak Nanang.....Selamat UangTahun bapak... Saya selalu terinspirasi dengan tulisan bapak...... teriring dengan selesainya buku TTS yg bermanfaat, semoga menjadi...  
(55)    inten  assalaamu'alaikum, Pak Nanang. saya Inten, dulu pernah di Inventra, Cipete. website yang mencerahkan dan inspiring, terimakasih....  
(54)    arie5758  Selamat malam pak Nanang, saya Arie alumni stemba lulusan '96... salam kenal pak :)...  
(53)    nanang  Terimakasih semua, pak Sugeng bukankah anda di Malaysia ?...  
(52)    sugeng santoso  Saya bangga jadi anggota tim Beliau sejak 96, dan banyak ilmu yg sy dapat dari Beliau....Tq P Rizali,...Sukses selalu, mdh mdhn Allah memberkahi keluarganya, amin......  
(51)    salamah  saya seorang guru SD dari sekolah pinggiran .... dan saya senang jika membaca kisah-kisah inspiratif dari para senior saya....... ...  
(50)    salamah  hebat sekali.........  
(49)    alat peraga  Salam kenal pak... semoga pendidikan di indonesia makin meningkat anda adalah inspirasi kita semua.. salam kenal alat peraga...