AhmadRizali.Com

11 Nov, 2008

Tukang Cukur dan Guru

Posted by: Ahmad Rizali In: Guru|Pernak-pernik

Tukang cukur, biasanya agar keren akan memasang tulisan “Barber Shop” di kios praktek mereka. Profesi ini tidak akan pernah hilang, selama masih ada kepala lelaki (dan perempuan) yg tidak ingin berambut gondrong. Ada potongan gaya “crew cut”, gaya tentara, ada yg disebut “tipis” artinya dipotong sedikit saja sekedar merapikan, ada yg pendek no-1, nyaris seperti tentara.

Di Depok, profesi tukang cukur dikuasai puak sunda, mereka mencantumkan di bawah tulisan “barber shop” nama “parahiyangan”. Mereka trampil sekali mencukur rambut pelanggannya sambil sesekali berbincang dalam bahasa sunda dengan sesamanya.

Tukang cukur itu seperti Guru. Mereka harus terampil dan menyenangkan. Jika berwajah sangar dan jutek, biasanya tidak disukai. Tukang cukur juga harus berpengetahuan luas, agar nyambung ketika berdialog dengan pelanggannya.

Seperti Guru, tukang cukur harus pula bersih badan dan pakaiannya, jika kumuh dan berbau sengak, maka pelanggan tidak mau dekat dan segera menghilang. Mereka juga seperti guru, menyiapkan semua perlengkapannya sendiri, dari gunting, bedak, sisir, pisau cukur, sapu, pemotong rambut listrik bahkan sabun wangi.

Tukang cukur juga mengelola sendiri semua aktivitasnya, mulai membersihkan kursi dan alat cukur serta kiosnya, hingga memeliharanya agar tetap mulus dipakai. Termasuk menyapu rambut rambut yang berserakan usai dicukur dan menutup serta mengunci pintu kios dan mematikan lampunya. Karena semua dikerjakan sendiri, manajemen seperti itu sering disebut manajemen tukang cukur.

Tukang cukur dan Guru, juga sama beratnya. Jika mata meleng, kepala pelanggan bisa lecet kena pisau cukur yang terkenal tajam itu. Jika guru meleng, murid bisa salah didik dan menjadi manusia bodoh, ibarat PC, yang salah diInstal program yg tepat, ketika dipakai akan konflik, hang semua.

Dalam bekerja keduanya juga wajib berdiri, pernahkah terlihat tukang cukur bekerja sambil duduk ? Rasanya jarang. Guru juga dalam mengajar selalu berdiri, meskipun saya seringkali melihat guru mengajar sambil duduk dan membacakan buku teks agar dicatat muridnya

Dalam hal bekerja, tukang cukur lebih berat daripada penjaga rumah monyet, tentara penjaga gardu, dan Guru. Karena sejak membuka kios jam 08.00 hingga lohor mereka terus berdiri, sejauh masih ada pelanggan datang, hingga isya lewat mereka tetap berdiri sambil serius memainkan gunting dan sisirnya.

Tukang cukur juga ada kastanya yang menunjukkan tarif mencukur.Yang terendah adalah tukang cukur keliling, berikutnya mereka yang praktek di bawah pohon besar, yang tertinggi mungkin adalah tukang cukur presiden (jika presidennya lelaki). Bayangkan, dengan mudah mereka memegang megang kepala orang nomer satu di sebuah negeri.

Tukang cukur juga seperti guru, harus amanah, dapat dipercaya. Kalau guru tidak amanah, maka mereka dengan mudah akan memalsukan ijasah, menjual belikan nilai murid dan hancurlah sebuah negara.

Kalau tukang cukur tidak amanah bisa sekali sret… tewaslah orang penting seperti kepala negara itu dan akibatnya sama, bisa hancur sebuah negara jika kepala negara itu juga amanah.

Hidup tukang cukur !! Profesi mulia yang tidak pernah sirna

Tabik
9/11/08
Nanang

Related posts:

  1. Guru Komandan Tempur, Guru Narasumber dan Guru Fasilitator Manusia berjenis mental jongos (postingku sebelumnya), hanya bisa dipimpin oleh...

No Responses to "Tukang Cukur dan Guru"

Comment Form

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


(58)    nanang  Gus, mustinya ente lebih canggih dari ane, kan ente wartokaw :), gimane cara ngajarin wartokaw nulis, kayak ngajarin bebek berenang. Ntar kalo ane pangsiun mau full nulis, ya 3-5 taon lagi lah. Unt...  
(57)    gus dul  Nang, ente cocoknya jadi penulis kayak ane.....ge demen sama tulisan ente, mengalir, enak dibaca, daleemmm banget. ajarin gw donk...!...  
(56)    Tugi Hartono  Assalamu'alaikum Wr Wb..... Salam kenal pak Nanang.....Selamat UangTahun bapak... Saya selalu terinspirasi dengan tulisan bapak...... teriring dengan selesainya buku TTS yg bermanfaat, semoga menjadi...  
(55)    inten  assalaamu'alaikum, Pak Nanang. saya Inten, dulu pernah di Inventra, Cipete. website yang mencerahkan dan inspiring, terimakasih....  
(54)    arie5758  Selamat malam pak Nanang, saya Arie alumni stemba lulusan '96... salam kenal pak :)...  
(53)    nanang  Terimakasih semua, pak Sugeng bukankah anda di Malaysia ?...  
(52)    sugeng santoso  Saya bangga jadi anggota tim Beliau sejak 96, dan banyak ilmu yg sy dapat dari Beliau....Tq P Rizali,...Sukses selalu, mdh mdhn Allah memberkahi keluarganya, amin......  
(51)    salamah  saya seorang guru SD dari sekolah pinggiran .... dan saya senang jika membaca kisah-kisah inspiratif dari para senior saya....... ...  
(50)    salamah  hebat sekali.........  
(49)    alat peraga  Salam kenal pak... semoga pendidikan di indonesia makin meningkat anda adalah inspirasi kita semua.. salam kenal alat peraga...