AhmadRizali.Com

22 Nov, 2008

3 hari Ke Manado & Tomohon tanpa HP

Posted by: Ahmad Rizali In: Pendidikan

Karena malam sebelum berangkat tugas ke Tomohon Sulut aku terlambat tidur dan harus pergi ke Bandara Cengkareng jam 04.30, meski semua sudah disiapkan, ternyata telepon genggamku tertinggal di rumah.

Telepon itu multi fungsi, di sana ada penunjuk waktu, ada kamus bahasa Inggris, agenda, bahkan catatan penting serta beberapa berkas baku, seperti UU Sisdiknas dan turunannya. Dengan telpon itu, selain bisa sms, main “game golf” dan telpon, juga kupakai menulis semua posting dan tulisanku yang dimuat dan tidak dimuat di koran. Bahkan dengan telpon itu pula, aku rajin membuka email dan mengirim posting ke berbagai milis.

Telpon itu sudah lebih dekat dengan diriku daripada anak dan istri. Bayangkan, setiap saat ikut di sisiku, bahkan saat tidur juga tergolek di sampingku. Anak istri kan kalo kita kerja ditinggal, tapi telpon jenis ini tidak, dia ikut terus denganku sejak kubeli 3 Tahun yang lalu.

Saking seringnya kupakai menulis, tuts huruf “H,S dan N” nya sudah bolong. Namun karena sudah hapal, ya bisa saja dipakai. Bentuknya, bulukan banget, lapisan “casing” sudah banyak terkelupas, karena sering ditenteng, meskipun ada sarung yang sama kusamnya.

Awalnya, bepergian tanpa hape itu, aku seperti orang bingung, bak pecandu rokok yang kehabisan pasokan. Bagaimana tidak, dengan kegunaan di atas, tentu tiada waktu kosong kecuali kugunakan menulis apasaja di HPku itu. Atau kirim dan menjawab sms teman2.

Tiba di Manado, tak satupun kulihat penjemput dan kutunggu hingga penumpang habis. Karena, wartel tak laku di bandara dan ditutup, telpon koin hanya bisa lokal, akhirnya kuputuskan membeli vocer pulsa dan meminjam handset kepada penjualnya.

Lebih celaka lagi, pesawat GA tertunda sejam di Cengkareng, saat transit di Makasar, juga tertunda sejam lebih. Mau masuk Lounge Eksekutif, kartu kreditku ditolak, memalukan. Meskipun penumpang dirugikan saat delay, namun ada yg diuntungkan yaitu kios penjual kopi dan kudapan yang ramai dikunjungi penumpang.

Tomohon, Sup Asam Goraba & sayur bunga pepaya

2 malam di Manado, 2 kali pula kami makan masakan berbasis ikan. Masakan Manado, termasuk jenis yang kusuka, pedas dan bumbunya mantab, sambalnya gurih sekali. Ikan Baronang Bakar, Sup Goraba dan tumis bunga pepaya yang dimakan dengan nasi panas sungguh nikmat. Jus alpukat dicampur durian menutup makan malam kami.

Tomohon adalah kota kecil di timur Manado persis seperti cipanas di area puncak Jawa Barat, pagi hari masih sejuk dan berkabut, terletak di lereng Gunung Lokon. Beberapa pekan lalu di sini diselenggarakan festival bunga nusantara, beberapa kab/kota ikut serta. Tomohon berada lebih 500 meter di atas permukaan air laut.

Film Laskar Pelangi yg diputar gratis di gedung pertemuan Pertamina di Tomohon sabtu pagi itu sempat terkendala di tengah tayangan, kata teknisi dari Miles Production “balast” proyektor rusak dan onderdil harus didatangkan dari Jakarta.

Penonton yang kebanyakan pelajar SMA dan SMP yang disertai gurunya itu membludak dan Manado memang penuh dengan nona cantik, 50% pelajar SMA Tomohon itu cantik, pemudanya juga tampan gagah.

3 hari tanpa telepon genggam lumayan membingungkan, apalagi aku juga lupa membawa buku bacaan. Namun, ada juga rasa nyaman tanpa telepon genggam selama itu, mata dan telinga bekerja penuh dan info dari segala penjuru masuk di kepala menumbuhkan permenungan.

Nusantara kita adalah negeri bahari.

Terbang kembali ke Jakarta dengan Boeing 737-400 Garuda di ketinggian hampir 10.000 kaki, terlihat pegunungan dan rimba yang lebat di “belalai” sulawesi, laut luas membiru. Ini negeri bahari yang salah kebijakan di jaman sultan Trenggono, kebijakan negeri laut diubah menjadi negeri daratan.

Melintasi bumi Kalimantan, terlihat belantara botak. Tidak heran jika dunia memperkirakan kehilangan hutan hujan tropik kita sekitar seluas lapangan bola setiap detik dan belum berhenti hingga saat ini. Kalimantan sedang merana dan tak heran Palangkaraya dan Samarinda sering menderita banjir.

Ini negeri bahari, dengan semua kekayaan laut di dalamnya. Melihat luasnya laut kita dan kekuatan kita menjaganya, sudah pasti sangat banyak pencuri lalu lalang mengeruk kekayaan laut kita. Tidak usahlah dikuasai, toh dicuri saja sudah cukup untuk mereka.

Ini negeri bahari,… tetapi aku tidak bisa berenang. Mungkin, jika Sultan Trenggono meneruskan kebijakan Kakaknya Pati Unus dengan matra bahari, aku bisa berenang, karena kecintaan laut akan menjadi doktrin negara. “Jalesveva Jayamahe”, semboyan TNI AL ini diartikan oleh Marinir kita dengan jenaka “Di lautan kita Jaya, di daratan kita Buaya”. Tetapi sudahlah, itu masa lalu. Masa depan kita mau dibawa kemana ?

Tabik
Nanang
16/11/08

No related posts.

No Responses to "3 hari Ke Manado & Tomohon tanpa HP"

Comment Form

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


(62)    Hariyono  Like this....:D...  
(61)    nanang  Pak/Bu Endar dan Rere, terimakasih atas komentar anda. saya senang jika blog ini menjadi alternatif bacaan dikala bete, insyaAllah. ...  
(60)    rere  alert(‘salam IT Club Lombok’)...  
(59)    endar sudarjat parmasamita  Assalaamu'alaikum wr.wb.. Salam kenal Pak Nanang,semoga bapak senantiasa ada dalam kesehatan yang baik. Ingin saya belajar banyak hal dari bapak. Sejujurnya kami sudah jenuh melihat pelbagai persoa...  
(58)    nanang  Gus, mustinya ente lebih canggih dari ane, kan ente wartokaw :), gimane cara ngajarin wartokaw nulis, kayak ngajarin bebek berenang. Ntar kalo ane pangsiun mau full nulis, ya 3-5 taon lagi lah. Unt...  
(57)    gus dul  Nang, ente cocoknya jadi penulis kayak ane.....ge demen sama tulisan ente, mengalir, enak dibaca, daleemmm banget. ajarin gw donk...!...  
(56)    Tugi Hartono  Assalamu'alaikum Wr Wb..... Salam kenal pak Nanang.....Selamat UangTahun bapak... Saya selalu terinspirasi dengan tulisan bapak...... teriring dengan selesainya buku TTS yg bermanfaat, semoga menjadi...  
(55)    inten  assalaamu'alaikum, Pak Nanang. saya Inten, dulu pernah di Inventra, Cipete. website yang mencerahkan dan inspiring, terimakasih....  
(54)    arie5758  Selamat malam pak Nanang, saya Arie alumni stemba lulusan '96... salam kenal pak :)...  
(53)    nanang  Terimakasih semua, pak Sugeng bukankah anda di Malaysia ?...