23 Nov, 2008
Abstrak Makalah Konaspi-6: Pendidikan Guru Untuk Mencerdaskan Bangsa
Posted by: Ahmad Rizali In: Konaspi|Pendidikan
Pendidikan Untuk Mencerdaskan Bangsa
Oleh: Ahmad Rizali-Pertamina Foundation
(Abstrak Makalah Untuk Konaspi-6, Denpasar-17 sd 19 Nop 2008)
Konstitusi Republik Indonesia memberi amanat bahwa seluruh upaya kemerdekaan pada dasarnya adalah untuk Mencerdaskan Bangsa. Sementara, saat ini Pendidikan, sebagai sarana pencerdasan bangsa telah “tergadaikan” dalam skema perundangan yang mengijinkan 49% modal asing dapat berdagang Pendidikan di Indonesia.
Selain pendekatan dagang diatas, tantangan global yang lain sungguh sangat berat, perkembangan teknologi komunikasi dan informatika mengubah perilaku manusia. Selain manusia semakin memerlukan keunggulan dalam tingkat individu, kecepatan perubahan memacu manusia semakin ketat dalam bersaing. Apalagi, belum tentu jenis pekerjaan yang ada saat ini masih eksis ketika murid murid kita lulus sekolah.
Kata kuncinya adalah, dibutuhkan perubahan cara pandang dan cara mendidik manusia baik dalam komunitas, terutama di institusi pendidikan guru (LPTK) agar lebih kreatif, sehingga mampu menjawab tantangan jaman.
Faktanya, kondisi Pendidikan di Indonesia saat ini terpuruk habis habisan. Kemampuan sains, bahasa, matematika murid Indonesia setara kelas 2 SMP yang diukur oleh PISA (Program for International Student Assesment) dan TIMSS-r (Third Intl. Math and Science Studies-repeat) membuktikan hal itu.
Kondisi Gurupun setali tiga uang. Moralitas mereka makin rendah, sedikitnya 36% Guru diduga curang dalam proses portofolio sertifikasi. Absenteeism juga tertinggi ke tiga, sesudah Uganda dan India. Kompetensi sebagai guru juga sangat rendah, hanya kurang rerata 38% guru SD dan 51% Guru SMP/SMA layak mengajar, termasuk Gaji Guru yang terhitung terendah di dunia.
Analisa penulis, bisa saja semua anasir dalam proses pendidikan guru tersebut, ketika dianalisa dengan pendekatan proses: Input-Proses-Output-feed back dan-Lingkungan, memang buruk. Sehingga jelas menghasilkan Output calon guru dan murid yang buruk. Namun jika semuanya buruk, anasir yang paling mudah diperbaiki adalah prosesnya, LPTK-nya.
LPTK harus berubah, mulai membuka diri dan meminta asesor independen untuk menyigi penyakit/kelemahan dan kekuatan LPTK. Ketika penyakit LPTK sudah diketahui, akan sangat mudah untuk melakukan pengobatan. Termasuk jika kekuatan sudah dipetakan, segera lakukan dorongan penguatan.
LPTK harus mulai berani progresif untuk menyatakan visi dan misinya dengan jelas,yaitu sebagai institusi penghasil guru terbaik, cerdas dan bermoral tinggi. Hal itu bisa dimulai dengan memilih Rektor dan jajaran eksekutifnya para tokoh muda yang progresif, merekrut dosen tanpa KKN dan mengundang best practice keguruan untuk ikut mengajar calon guru terbaik.
Ketika rencana strategis yang berisi Visi/misi, nilai yang dianut dan program serta personalianya sudah dibuat dan mulai dijalankan, dalam kurun 25 Tahun lagi wajah Pendidikan Negeri ini akan terlihat berubah. Karena Pendidikan Guru telah berubah, sehingga outputnya, calon guru juga sudah berubah. LPTK berubah menjadi sebuah Pendidikan yang jelas mencerdaskan bangsa, dengan cara mendidik guru yang cerdas dan bermoral tinggi.
Tabik
Nanang
22/11/08
Related posts:
- Revitalisasi Pendidikan Guru/LPTK, Apa yang Bisa Kita Lakukan? Sebagaimana posting di milis ini, pemerintah mulai menunjukan keseriusan dalam...
- Konaspi-6: Napsu Besar Tenaga Kurang Konvensi Nasional Pendidikan (Konaspi)-6 yang berlangsung di Hotel Aston Denpasar...
- Guru Komandan Tempur, Guru Narasumber dan Guru Fasilitator Manusia berjenis mental jongos (postingku sebelumnya), hanya bisa dipimpin oleh...
- SERTIFIKASI GURU TIDAK MAMPU MENINGKATKAN MUTU GURU? Sekitar 200 ribu guru sejak Tahun 2006 hingga akhir 2007...
- PENDIDIKAN DAERAH DI ERA OTONOMI (2) PENYEBAB DAN SOLUSI Masalah di atas, mungkin terjadi karena perundangan...