AhmadRizali.Com

23 Nov, 2008

Bali memang eksotik

Posted by: Ahmad Rizali In: Bali

Memasuki bandara Internasional Ngurah Rai Bali, sudah terasa bahwa, satu provinsi dari negeri ini memang eksotik.Gapura,hiasan, pakaian dan nuansa sekitar bahkan lagunya, Bali banget. Aku senang Bali, karena kehidupan mereka selaras dengan alam, nyaris setiap rumah di Bali ada tanaman dan hijau.

Agama Hindu dan ritualnya, hidup dalam keseharian manusia Bali. Setiap rumah membuat pemujaan kepada sang Hyang Widi dan setiap saat ditaro sesajen dan bau dupa mengembang, sangat transenden. Budaya Balipun, penuh dengan ritual agama, sangat eksotik.

Untuk manusia Indonesia beragama Islam yang ingin melaksanakan agamanya yang konon semurni di jazirah arab jaman Nabi SAW dulu, mungkin terasa tidak nyaman berada di Bali. Di seantero sudut kota dan desa berdiri patung dan pemujaan. Jika patung diartikan berhala, maka akan mereka sebut sebagai sirik dan sebutan lainnya.

Entahlah, apakah aku berIslam yang tidak murni, meski kakek nenekku NU yang sudah berhaji jaman belanda dahulu dan ayahku Muhammadiyah dan aktivis Masyumi, serta masa kecil dan remaja mempraktekkan Islam di sekitar masjid Ampel, menurutku manusia Bali sangat religius dan menjalani kehidupan di dunia fana ini dengan santai, gembira dan indah. Urusan kebenaran akhirat, biarlah Tuhan nanti yang memutuskan.

Tidak hanya Bali yang menunjukkan keberagaman keyakinan bangsa ini. Dua hari sebelumnya, sabtu dan ahad ketika menyusuri Manado hingga Tomohon, terasa juga religuisitas manusia Manado. Salib bertebaran di pucuk pucuk Gereja, sementara nona2 cantik berjalan beriringan menuju gereja membawa alkitab.

Ketika membuka Konvensi Nasional Pendidikan ke-6 di Hotel Aston Denpasar, Undiksha (Univ Penddkn Ganesha) eks IKIP Denpasar, menampilkan tarian Ganesha yang apik. Gamelan ditabuh live, 6 perempuan bali yang cantik dan berbeda kecantikannya dengan nona Manado, plus seorang pemuda yang berkostum dewa ganesha, menari dengan sangat baik.

Beruntung aku duduk di depan, tempat yangg terbiasa dikosongkan oleh peserta, mungkin untuk menghormati tokoh, atau tetua atau memang tidak pede duduk di depan karena terbiasa menjadi pengikut yang selalu diminta duduk dibelakang. Aku dengan leluasa menikmati kekayaan tarian Bali.

Tari bali itu bak gelombang samudera yang menerpa batu karang dan pecah di pesisir, enerjik dan progresif, termasuk gamelannya. Berbeda dengan Tari Jawa, meski sama indah dan bagus serta rumitnya, yang mengalir baik angin semilir dan air yang gemericik dan menontonnya harus penuh kesabaran.

Meskipun cuma melalui lorong lorong kecil, atau di Jakarta sering disebut jalan tikus, kami seringkali menemukan kios2 produk kerajinan yang eksotik, kata pemandu sekaligus supir, surga kerajinan itu di Ubud.

Jika mau menikmati, Bali memang “surga” di dunia untuk siapa saja, tidak hanya untuk umat hindu. Pantas jika Bali akan dimatikan oleh teror bom. Ternyata Bali tidak mati oleh teror, bahkan semakin kokoh budayanya yang berbaur dengan budaya barat tanpa rikuh.

Tabik
20/11/08
Nanang
www.ahmadrizali.com

No related posts.

1 Response to "Bali memang eksotik"

1 | Ita Budhi

September 4th, 2009 at 3:40 pm

Avatar

Nang, aku suka tulisanmu ini karena perasaanku tentang Bali sama sepertimu. Begitu sampai Ngurah Rai, rasanya sudah lain. Kapan2 mampir ya di Umah Lu’ung, Banjar Bayad, Desa Melinggih Klod, Payangan. Kan kujamu dengan urap dan sup pepaya muda sambil memandang lembah dan mendengar desir air mengalir.

Comment Form

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


(58)    nanang  Gus, mustinya ente lebih canggih dari ane, kan ente wartokaw :), gimane cara ngajarin wartokaw nulis, kayak ngajarin bebek berenang. Ntar kalo ane pangsiun mau full nulis, ya 3-5 taon lagi lah. Unt...  
(57)    gus dul  Nang, ente cocoknya jadi penulis kayak ane.....ge demen sama tulisan ente, mengalir, enak dibaca, daleemmm banget. ajarin gw donk...!...  
(56)    Tugi Hartono  Assalamu'alaikum Wr Wb..... Salam kenal pak Nanang.....Selamat UangTahun bapak... Saya selalu terinspirasi dengan tulisan bapak...... teriring dengan selesainya buku TTS yg bermanfaat, semoga menjadi...  
(55)    inten  assalaamu'alaikum, Pak Nanang. saya Inten, dulu pernah di Inventra, Cipete. website yang mencerahkan dan inspiring, terimakasih....  
(54)    arie5758  Selamat malam pak Nanang, saya Arie alumni stemba lulusan '96... salam kenal pak :)...  
(53)    nanang  Terimakasih semua, pak Sugeng bukankah anda di Malaysia ?...  
(52)    sugeng santoso  Saya bangga jadi anggota tim Beliau sejak 96, dan banyak ilmu yg sy dapat dari Beliau....Tq P Rizali,...Sukses selalu, mdh mdhn Allah memberkahi keluarganya, amin......  
(51)    salamah  saya seorang guru SD dari sekolah pinggiran .... dan saya senang jika membaca kisah-kisah inspiratif dari para senior saya....... ...  
(50)    salamah  hebat sekali.........  
(49)    alat peraga  Salam kenal pak... semoga pendidikan di indonesia makin meningkat anda adalah inspirasi kita semua.. salam kenal alat peraga...