AhmadRizali.Com

14 Dec, 2008

Polisi Tidur

Posted by: Ahmad Rizali In: Polisi Tidur

Saat membaca judul tulisan ini, aku yakin teman teman yang tinggal di ibukota semacam Jakarta, Medan, Bandung dan Surabaya pasti sudah terbayang sebuah gundukan yang menghalangi laju motor dan mobilnya. Jika gundukan itu tinggi, tak pelak mobil dan motornya yang disetel rendah pasti sasis bawah akan terantuk.

Di Tahun 1960 dan 1970an, gundukan yang menghambat laju kendaraan itu hanya bisa kita temui di kompleks militer atau polisi. Gunanya mungkin untuk mencegah paksa kendaraan agar tidak ugal ugalan. Meskipun aneh, karena siapa yg berani bergajulan berkendaraan di kompleks militer yang bertuliskan marka “kompleks militer, maks 40 Km”. Warkop dulu suka memplesetkan “angin saja takut berhembus kencang di sana”.

Waktu berlalu dengan cepat, di Tahun 2008 ini, dimana mana mudah kita temui gundukan yang sudah punya nama menjadi “Polisi Tidur” itu. Entah siapa yang menciptakan nama yang menjelekkan citra Polisi kita itu. Mungkin, karena gundukan itu bertugas menghalangi laju kendaraan seperti polisi, maka dianggap saja gundukan itu “polisi sedang tidur”

Di Depok dan banyak daerah lain bertebaran “Polisi Tidur”, dan celakanya sudah merambah ke jalan utama yang sudah seharusnya dilarang ada halangan seperti itu, tetapi warga sekitar jalan itulah yang memasangnya.

Kupikir, mungkin warga tidak percaya, jika hanya memasang marka “hati hati banyak anak kecil” atau “hati hati banyak anak sekolah” atau sejenisnya akan dipatuhi oleh pengendara mobil, terutama motor pribadi atau sewaan (ojek), sehingga mereka memaksa pengendara pelan pelan dengan cara lain.

Fenomena polisi tidur adalah fenomena perilaku determinstik yang hitam putih namun terpendam. Bayangkan, bujukan untuk berkendaraan dengan hati hati dan pelahan dalam marka jalan, tidak lagi dipercaya efektif, artinya caranya harus dipaksa, ya dengan gundukan tadi.

Polisi tidur merupakan indikasi masyarakat yang masih harus dipaksa, artinya masyarakat yang belum punya adab tinggi, karena masih belum mampu (atau mau) berfikir jauh, akibat dari sikap ugal ugalan tadi. Kesadaran atas akibat itu belum tumbuh dari dalam, masih memerlukan paksaan.

Polisi tidur itu indikasi masyarakat yang senang dengan pendekatan militeristik yang cenderung hitam putih dan pemaksa serta enggan berfikir jauh, Leo Tolstoy mengejek sebagai sebuah dosa besar jika prajurit harus berfikir.

Namun, itulah cermin masyarakat kita, terutama yang urban, jika kepatuhan luntur, maka pendekatan pemaksa yang dilakukan. Pernahkan kita hanya mendapatkan teguran dari Polisi ketika melakukan kesalahan, padahal baru sekali dan tentu tidak disengaja ?

Tetapi, siapa tau “Polisi Tidur” itu sebuah kearifan lokal masyarakat dalam mendidik korps Polisinya dan pernahkah kita bayangkan bagaimana perasaan pak Polisi, terutama yang mau berfikir, ketika mendendarai motor rendah dan melindas saudaranya yang sedang tidur itu ? Mungkin dia bergumam “Betul juga, tidur aja ngrepotin, apalagi ketika bangun”.

Bravo pak Polisi, saya selalu simpati kepada anda ketika sedang berdiri mengatur lalin yang sedang padat apalagi sambil tersenyum sabar.

Tabik
14/12/08
Nanang

No related posts.

No Responses to "Polisi Tidur"

Comment Form

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


(58)    nanang  Gus, mustinya ente lebih canggih dari ane, kan ente wartokaw :), gimane cara ngajarin wartokaw nulis, kayak ngajarin bebek berenang. Ntar kalo ane pangsiun mau full nulis, ya 3-5 taon lagi lah. Unt...  
(57)    gus dul  Nang, ente cocoknya jadi penulis kayak ane.....ge demen sama tulisan ente, mengalir, enak dibaca, daleemmm banget. ajarin gw donk...!...  
(56)    Tugi Hartono  Assalamu'alaikum Wr Wb..... Salam kenal pak Nanang.....Selamat UangTahun bapak... Saya selalu terinspirasi dengan tulisan bapak...... teriring dengan selesainya buku TTS yg bermanfaat, semoga menjadi...  
(55)    inten  assalaamu'alaikum, Pak Nanang. saya Inten, dulu pernah di Inventra, Cipete. website yang mencerahkan dan inspiring, terimakasih....  
(54)    arie5758  Selamat malam pak Nanang, saya Arie alumni stemba lulusan '96... salam kenal pak :)...  
(53)    nanang  Terimakasih semua, pak Sugeng bukankah anda di Malaysia ?...  
(52)    sugeng santoso  Saya bangga jadi anggota tim Beliau sejak 96, dan banyak ilmu yg sy dapat dari Beliau....Tq P Rizali,...Sukses selalu, mdh mdhn Allah memberkahi keluarganya, amin......  
(51)    salamah  saya seorang guru SD dari sekolah pinggiran .... dan saya senang jika membaca kisah-kisah inspiratif dari para senior saya....... ...  
(50)    salamah  hebat sekali.........  
(49)    alat peraga  Salam kenal pak... semoga pendidikan di indonesia makin meningkat anda adalah inspirasi kita semua.. salam kenal alat peraga...