Pernahkah anda menghitung, berapa kali sehari anda yang tinggal di kota besar dipergoki oleh Luna Maya, kota kecil ? Di jalan, Luna tersenyum, di Flypass, juga memberi senyum, di warung bakso kepergok juga, bahkan ketika santai di rumah dipergoki pula. Bosankah anda ?
Tentu awalnya senang, karena wajah Luna yang cantik, cemberut saja enak dipandang apalagi ketika tersenyum, wah nyaman rasanya di hati. Lain pasal jika kepergok wajah garong yang culas dan mengerikan, tentu kita langsung melengos sebal dan menggigil ketakutan.
Jika setiap saat Tukul Arwana juga memergoki kita, awalnya juga menyenangkan, hati gembira karena ingat kekonyolan pelawak terlucu dan terkaya di Indonesia saat ini. Jojon juga, alm Asmuni dan alm Basuki serta alm bang Benyamin Sueb, juga menyenangkan hati kita.
Ingat menteri penerangan Harmoko yang wajahnya klimis dan selalu tersenyum itu muncul di TV dan media lain ? saat pertama muncul di media kita tak merasa terganggu. Apalagi ketika mengabarkan klompencapir dengan warga desa yang polos itu. Gaya bicara pak Mentri dan sisiran rambutnya yg khos, membuatku tersenyum dan kagum.
Namun, ketika pak Mentri setiap hari bahkan bisa sehari puluhan kali muncul di TV dan media cetak, maka muncul rasa sebal di hati dan ikutlah aku edarkan perpanjangan dari akronim namanya “hari hari omong kosong”. Ketika alm Soeharto mundur, konon harta mentri Harmokolah yang paling parah dijarah dan dihancurkan warga yang marah.
Kembali ke Luna Maya, masihkah anda senang setiap hari dipergoki artis cantik ini ? Ana zuzur,…. saya mulai merasa terganggu. Ibarat prinsip ekonomi, wajah Luna Maya sudah mulai inflatif dan menterorku, dan terpikir apakah memang hanya wajah Luna Maya yang pantes memergoki calon pembeli.
Luna Maya sudah mengganggu kenyamanan pandangan kita yang tertakdir menyukai keberagaman dan jika setiap saat dijejali dengan keseragaman wajah Luna, bukankah kita mulai melawan hukum alam ? Fenomena Luna Maya sudah menuju ke fenomena Harmoko.
Mbak Luna, pak Tukul dan semua pesohor lain, tentu capai ketika muncul di media setiap saat, meskipun awalnya senang dan berakhir menjadi tuntutan media. Banyak pesohor yang mengaku ingin seperti warga biasa, seperti penyanyi terkenal Celine Dion saat muncul dalam Oprah Show, saking terkenalnya Celine, anak lelaki satu2nya tidak ingin ibunya jalan jalan di keramaian karena semuanya memelototi sang ibu. Anak Celine ingin ibunya di rumah agar dapat dia miliki sendiri.
Mungkin saja penyigi rating TV dan media seperti AC Nielsen masih menempatkan produk iklan dan pertunjukan dg pemain artis Luna Maya masih bercokol di tempat tertinggi dan tentu akhirnya wajah Luna masih tetap akan memergoki kita. Tetapi, mungkinkah mbak Luna mencicil kemunculan wajahnya, siapa tau bisa menambah kehebohan pemilu di Tahun 2009.
Tabik
28/12/08
Nanang
No related posts.