AhmadRizali.Com

18 Jan, 2009

(alm) M.Natsir di Kampus Malaysia, Kekerasan di Kampus Kita

Posted by: Ahmad Rizali In: M Natsir

Berita tertulis berjalan di Televisi menyiarkan berkali kali berita “100 orang berkumpul peringati kelahiran Mohammad Natsir di Universitas Islam Antar Bangsa di Malaysia”, dari Universitas ini mantan Mentri Yusril lulus doktornya dan Yusril sendiri konon adalah murid Natsir, bahkan seringkali disebut Natsir muda untuk pemikiran pemikirannya.

Sementara itu, berita gambar menyiarkan puluhan satpam bentrok dengan Mahasiswa yanga anarkis. Seorang mahasiswa dikeroyok berpuluh satpam dan jadi bulan bulanan, mahasiswa itu berkelit dan sesudah beberapa ditendang dan digebuk, berhasil melarikan diri.

Kedua peristiwa itu terjadi di Kampus, tempat semua awal perdaban berkembang dan kesejahteraan bermula. Di sana pula etika dan moral ditumbuhkan selain nalar dan kajian ilmiyah untuk meninggikan derajat manusia. Entah,apakah dunia fauna memiliki institusi seperti kampus, dimana olah otak dijunjung tinggi dan olah otot dianggap rendah.

Mungkin, di Malaysia juga ada perkelahian di kampus, namun mengapa kita tak pernah dapat beritanya sekalipun ? Namun, siapa yang bisa menjamin berita perkelahian dan kekerasan di kampus kita tak diberitakan di Malaysia.

Di Indonesia, diskusi dan debat serta olah otak juga sering diadakan, kemarin sore 25 mahasiswa dari berbagai PT sedang bedebat tentang pentingnya semua warga negara memperoleh pendidikan di sebuah cafe yg dikhususkan untuk diskusi semacam ini. Namun, tak satupun berita muncul di media.

“Good news is not a news and bad news is a good news” kata seseorang. Menurutku, jargon ini sangat tidak mendidik. Jika itu benar, maka semua berita adalah sampah belaka, bukankah bad adalah sampah ? bahkan lebih buruk, karena sampah bisa jadi pupuk, bad things bisakah jadi pupuk ?

Terlepas dari keberpihakan sebuah berita yang ditampilkan, mungkin Indonesia memang tidak becus membangun peradaban. Dalam kasus Malaysia, seorang teman pakar pendidikan, merasa tidak terurus di Indonesia dan segera mengabdi ke negeri Jiran itu. Saya gemas dan marah, tetapi tentu tidak bisa menyalahkan teman pakar itu apalagi dia tidak sendirian dan konon ratusan cendekiawan/wati Indonesia mengabdi di Negeri itu.

Kasus itu sebuah bukti, Malaysia lebih becus membangun peradaban. Cerdik pandai, dari yang ahli seni hingga teknologi dihargai. Di Indonesia, mereka berjuang sendirian. Mang Endo Suwanda berjuang mengajarkan budaya Indonesia, tetapi hanya Ford Foundation yang peduli, Depdiknas dan Depbudpar tak peduli.

Jangan bicara negeri Jepang dan negeri dengan perdapan tinggi lain, mereka lebih beradab. Jadi, untuk teman yang beragama Islam, jangan heran jika perilaku islami lebih muncul di negeri beradab itu daripada di negeri berlabel Islam, atau berwarga mayoritas Islam, karena mereka lebih becus membangun peradaban.

Dalam kasus M.Natsir ini, mestinya kita marah, tentu kepada diri sendiri, bukan kepada Malaysia seperti kasus batik dan reog ponorogo, mengapa kita tidak mampu menghargai cendekiawan negeri sendiri, malahan negeri lain yang menaruh hormat dengan acara peringatan kelahirannya segala.

Wallahualam, hanya yg maha tahu yg lebih mengetahui segala sesuatu,..

Tabik
Nanang
17/1/09

Related posts:

  1. Cerita ttg M.Natsir (alm-Mantan PM RI) dari ayahku Ayahku, biasa kupanggil abah (seperti suku sunda), oktober nanti berusia...

No Responses to "(alm) M.Natsir di Kampus Malaysia, Kekerasan di Kampus Kita"

Comment Form

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


(62)    Hariyono  Like this....:D...  
(61)    nanang  Pak/Bu Endar dan Rere, terimakasih atas komentar anda. saya senang jika blog ini menjadi alternatif bacaan dikala bete, insyaAllah. ...  
(60)    rere  alert(‘salam IT Club Lombok’)...  
(59)    endar sudarjat parmasamita  Assalaamu'alaikum wr.wb.. Salam kenal Pak Nanang,semoga bapak senantiasa ada dalam kesehatan yang baik. Ingin saya belajar banyak hal dari bapak. Sejujurnya kami sudah jenuh melihat pelbagai persoa...  
(58)    nanang  Gus, mustinya ente lebih canggih dari ane, kan ente wartokaw :), gimane cara ngajarin wartokaw nulis, kayak ngajarin bebek berenang. Ntar kalo ane pangsiun mau full nulis, ya 3-5 taon lagi lah. Unt...  
(57)    gus dul  Nang, ente cocoknya jadi penulis kayak ane.....ge demen sama tulisan ente, mengalir, enak dibaca, daleemmm banget. ajarin gw donk...!...  
(56)    Tugi Hartono  Assalamu'alaikum Wr Wb..... Salam kenal pak Nanang.....Selamat UangTahun bapak... Saya selalu terinspirasi dengan tulisan bapak...... teriring dengan selesainya buku TTS yg bermanfaat, semoga menjadi...  
(55)    inten  assalaamu'alaikum, Pak Nanang. saya Inten, dulu pernah di Inventra, Cipete. website yang mencerahkan dan inspiring, terimakasih....  
(54)    arie5758  Selamat malam pak Nanang, saya Arie alumni stemba lulusan '96... salam kenal pak :)...  
(53)    nanang  Terimakasih semua, pak Sugeng bukankah anda di Malaysia ?...