AhmadRizali.Com

11 Feb, 2009

“Jalur Sepeda” di Rasuna Said-Jakarta

Posted by: Ahmad Rizali In: Sepeda

Sudah beberapa bulan ini, beberapa kali sepekan aku nggenjot sepeda biru dari Gambir ke Jatipadang Ragunan, nyaman dan cukup menggembirakan, meski tetap berbahaya. Ada jalur sepeda dari Gambir ke TjBarat via Jt.Padang, tetapi amat menyebalkan

Aku menyusuri jalan di depan PP Muhammadiyah dan kolese kanisius langsung menuju Cikini, saat ini di simpang 3 Cut Mutia langsung belok kanan, ini sebuah upaya sulit dan berbahaya, karena harus memotong kendaraan yg melaju ingin terus ke arah cikini.

Nyaman sekali memasuki jalan di kawasan tua menteng yang penuh tanaman dan pepohonan, Pieter Zoen Coen memang canggih, aku mengayuh santai di jalan teuku Umar. Melintasi musium Nasution, hingga memotong jl.Moh.Yamin hingga taman Suropati.

Memotong jl. Diponegoro, menyusuri rumah dinas Wapres di samping kantor Bappenas masih nyaman. Namun, menjelang memotong rel KRL di ujung jalan madiun per empatan latuharhari dan jembatan ciliwung banjir kanal, di situlah semua mobil mulai tersendat. Sepedaku mengambil jalur tengah dan langsung berada di ujung jalan siap siap memotong rel.

Perempatan ini “crowded”, pengemudi sepeda motor penyebabnya, meski lampu lalin masih merah mereka sering menyerobot.Metro mini dan TransJakarta tak mau kalah, seringkali mereka panik ketika KRL dari Tanah abang menuju depok melintas.

Ketika sepeda membelok ke kanan, lega rasanya, kayuhan mulai santai hingga membelok ke kiri dekat pengolahan air pdam menuju rasuna said tepat di per tigaan dekat wisma imperium. Di sisi kanan, dekat monumen 66, tepat di depan four session hotel kendaraan padat.

Memasuki Rasuna Said, semua jenis kendaraan ada. Pada jam pulang kantor,nampaknya temanku hanya pedagang siomay dengan sepeda jadulnya dan sesekali melintas pengasong kopi instan plus rokok. Di depan KPK, sepedaku masuk jalur cepat dan,…. surga.

Tanpa gangguan motor, taxi, metromini dan asapnya yg sering menyembur ke wajah aku mengayuh nikmat di lajur paling kiri. Pak Polisi yg berdiri disetiap lajur keluar masuk jalur cepat/lambat menyapa ramah. Sepeda memang belum diatur dimana tempatnya di jalan raya dan polisi nampaknya lebih suka membiarkannya melaju di jalur cepat, lebih aman.

Mobil pribadi memang lebih punya rasa hormat kepada pengayuh sepeda dari pada jenis kendaraan yg kusebut di jalur lambat tadi, terlebih lagi sepeda motor, wah biadab. Mungkin dianggab sesama beroda dua, sehingga dengan seenaknya memotong jalan kita dan menyemburkan asap knalpotnya ke wajah. “Siapa suruh elo bersepeda di jalur motor…” mungkin begitu pikiran mereka.

Hingga ujung Rasuna di perempatan Gatsu-Mampang,Indonesia Power, perjalanan nikmat luarbiasa, laju sepeda hanya terhambat sesekali oleh penjual bakpao yg sering dibeli oleh pengendara mobil yg macet berat, kita dapat santai mengayuh pedal sambil melamun.

Namun konsentrasi harus kembali penuh, ketika memasuki jalur ujung mampang prapatan hingga di depan patung kuda gedung kramayudha. Ini adalah jalur neraka,… bertempur dengan ratusan sepeda motor dan metromini S75 yg tak pernah mau mengalah. Jalan juga menyempit dan tak ada pemisah jalur

Tepat sesudah graha inti fauzi Buncit, aku segera membelok ke kiri memasuki jalan potong menuju jatipadang utara dan setelah memotong jalan di depan Republika, meluncur menuju Jln Raya Jatipadang, di depan kantor KlubGuru, pak Sumadi sudah menunggu sambil tersenyum lebar.

Tabik
9/2/09
Nanang

Related posts:

  1. Bersepeda dari Monas ke Tanjung Barat jam pulang kerja: Menyebalkan ! Sepeda yg kutitipkan pak Sumadi di mobil Kijang kugenjot menyusuri...
  2. CATATAN MUDIK 2008: Sepeda Motor Tetap Raja Jalanan Take off dari Depok delay 30 menit lebih, seharusnya estimated...

3 Responses to "“Jalur Sepeda” di Rasuna Said-Jakarta"

1 | Tomi Satryatomo

March 6th, 2009 at 10:15 am

Avatar

Sesekali bersepeda bareng, mas. Faiz suka sekali bersepeda jarak jauh. Dua pekan lalu ia mengayuh 80km dari Depok-Pd. Cabe-Ciputat-Blok M.

Salam

2 | dado

January 5th, 2010 at 6:29 pm

Avatar

wow…luar biasa mas..
salam kenal…

3 | Ahmad Rizali

January 11th, 2010 at 4:07 pm

Avatar

salam kenal juga Dado,… anda pengayuh sepeda juga ? Faiz itu putra kesayangan mas Tomi, sastrawan cilik yg kalo bikin puisi luarbiasa dahsyat, ternyata doyan mengayuh sepeda juga :)

Comment Form

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


(58)    nanang  Gus, mustinya ente lebih canggih dari ane, kan ente wartokaw :), gimane cara ngajarin wartokaw nulis, kayak ngajarin bebek berenang. Ntar kalo ane pangsiun mau full nulis, ya 3-5 taon lagi lah. Unt...  
(57)    gus dul  Nang, ente cocoknya jadi penulis kayak ane.....ge demen sama tulisan ente, mengalir, enak dibaca, daleemmm banget. ajarin gw donk...!...  
(56)    Tugi Hartono  Assalamu'alaikum Wr Wb..... Salam kenal pak Nanang.....Selamat UangTahun bapak... Saya selalu terinspirasi dengan tulisan bapak...... teriring dengan selesainya buku TTS yg bermanfaat, semoga menjadi...  
(55)    inten  assalaamu'alaikum, Pak Nanang. saya Inten, dulu pernah di Inventra, Cipete. website yang mencerahkan dan inspiring, terimakasih....  
(54)    arie5758  Selamat malam pak Nanang, saya Arie alumni stemba lulusan '96... salam kenal pak :)...  
(53)    nanang  Terimakasih semua, pak Sugeng bukankah anda di Malaysia ?...  
(52)    sugeng santoso  Saya bangga jadi anggota tim Beliau sejak 96, dan banyak ilmu yg sy dapat dari Beliau....Tq P Rizali,...Sukses selalu, mdh mdhn Allah memberkahi keluarganya, amin......  
(51)    salamah  saya seorang guru SD dari sekolah pinggiran .... dan saya senang jika membaca kisah-kisah inspiratif dari para senior saya....... ...  
(50)    salamah  hebat sekali.........  
(49)    alat peraga  Salam kenal pak... semoga pendidikan di indonesia makin meningkat anda adalah inspirasi kita semua.. salam kenal alat peraga...