AhmadRizali.Com

14 Mar, 2009

PAGUYUBAN ANTI KORUPSI

Posted by: Ahmad Rizali In: Anti Korupsi|Budaya|Catatan|Politik

Pekan ini saya beruntung bisa duduk semeja bundar dengan beberapa petinggi eselon satu dan bos BUMN kaya di negeri ini. Ada Deputi Meneg ada Irjen Kementrian, tokoh asosiasi pedagang, asosiasi industrialis dan ternyata disamping saya adalah putra tokoh dewan dakwah alm. Anwar Haryono yang sama denganku begundal BUMN itu.

Meski aku cecunguk, tetapi disana membicarakan program yang kuusulkan, yaitu bagaimana mempraktekan modul pendidikan anti korupsi di sekolah dengan cara melakukan pelatihan untuk pelatih (Training for Trainers). Satu lagi, bagaimana berbagi kepada pemangku kepentingan untuk menjalankan gerakan anti korupsi.

Rapat dibuka oleh dirut BUMN yang kagok dan kurang hangat dalam speaking, rapat yg hangat dengan posisi duduk berdekatan begini, dia buka dengan membaca teks pidato dan diatur protokol. Aneh juga, rapat aktivitas koodinasi pekerjaan civil society organisation seperti ini jadi formal dan mirip protokoler kepresidenan. Sesudah pidato pembuka, dirut mohon diri karena sibuk dan meminta staf ahlinya yg senior mengambil alih rapat dan didaulat menjadi pimpinan sehari hari organisasi so called paguyuban ini.

Aku telpon teman dari organisasi anti korupsi yg ikut membidani pagyuban masyarakat, pengusaha dan pemerintahan ini dan protes. Organisasi ini flamboyan dan tidak otentik, meminjam istilah alm cak Nur. Selain hanya bicara gimmick, beberapa pejabat tinggi itu juga kuketahui jejak rekam pribadinya yang tak elok dan prasangka buruk saya, ini sejenis lipstick.

Ada eselon-1 kementrian yang dipertengahan Tahun 1980 an memiliki otoritas disebuah area dalam pembangunan kawasan dan berlibido tinggi. Kala itu sang pejabat, jika disogok oleh pedagang mitranya, minta pelacur sampai dua orang. “Entah diapakan sampai dua orang mas,…. “, ujar sang anak buah ketika menggosip bosnya. Mungkin karena libido tinggi itu, beliau yg berpostur agak pendek untuk ukuran orang indonesia, masih terlihat awet muda dan perlente, padahal sudah menjelang pensiun.

Ada pula pejabat senior yang doktor, sempat menjabat posisi di bawah direktur dan pensiun tetapi masih diaktifkan, akan tetapi konon desertasinya diragukan oleh banyak kolega promotornya, karena beliau memperoleh gelar S3 saat menjabat dan sedang dalam kondisi tajir sekali. Dari beberapa obrolan dengan beliau, agak kurang pantes beliau menyandang gelar doktor. Tetapi okelah, tidak semua doktor cemerlang kan ?

Sesudah saling berpendapat dengan gaya eselon-1 seperti biasa, ditetapkanlah beberapa agenda kerja yang campur aduk antara program, cara, target, perangkat keras, perangkat lunak, agak bingung membacanya, tetapi mereka yakin bisa dijalankan, padahal pembiayaan belum jelas.

Kelompok itu terdiri dari manusia yang ingin bersih dan tidak korupsi, tetapi mereka ibarat sekelompok manusia di dalam ruangan penuh asap rokok yang sedang mereka isap dan berdebat bagaimana mengentikan warga agar tidak merokok, karena terbukti tidak sehat. Atau, kelompok manusia yang berbicara memerangi kemiskinan di hotel berbintang 5, seperti prosedur tetap WorldBank.

Bermitra untuk memberantas korupsi tentu boleh, meski dilakukan oleh mereka yang masih memperaktekan perbuatan bejat itu. Ini akan lebih baik daripada mereka yang sudah bejat, tetapi tidak juga punya keinginan untuk menghentikan kebejatan itu. Apalagi jika mereka memang sudah tobat, seperti bapak pejabat berlibido tinggi tadi dan doktor kurang integritas tadi bisa jadi sudah taubatan nasuha dan saat ini sedang ingin membayar sejarah kebejatannya tadi.

Lha aku ? jelas aku masih kadang bejat kadang tobat dan semoga Tuhan memberiku khusnul khotimah, artinya saat wafat nanti di saat itu pula sedang tobat, minimal seperti para senior tadi, sedang berbicara bagaimana tidak korupsi..

Tabik
13/3/09
Nanang

Related posts:

  1. Pendidikan Anti Korupsi KPK, lantas? Dengan terbirit-birit karena tenggat waktu, akhirnya seri modul Pendidikan Anti...
  2. Korupsi, Bencana Alam dan Mutu Pendidikan Adakah korelasi antara korupsi dengan bencana alam dan buruknya mutu...
  3. Korupsi Kata itu sudah menjadi makanan sehari hari di Indonesia, apalagi...

No Responses to "PAGUYUBAN ANTI KORUPSI"

Comment Form

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


(62)    Hariyono  Like this....:D...  
(61)    nanang  Pak/Bu Endar dan Rere, terimakasih atas komentar anda. saya senang jika blog ini menjadi alternatif bacaan dikala bete, insyaAllah. ...  
(60)    rere  alert(‘salam IT Club Lombok’)...  
(59)    endar sudarjat parmasamita  Assalaamu'alaikum wr.wb.. Salam kenal Pak Nanang,semoga bapak senantiasa ada dalam kesehatan yang baik. Ingin saya belajar banyak hal dari bapak. Sejujurnya kami sudah jenuh melihat pelbagai persoa...  
(58)    nanang  Gus, mustinya ente lebih canggih dari ane, kan ente wartokaw :), gimane cara ngajarin wartokaw nulis, kayak ngajarin bebek berenang. Ntar kalo ane pangsiun mau full nulis, ya 3-5 taon lagi lah. Unt...  
(57)    gus dul  Nang, ente cocoknya jadi penulis kayak ane.....ge demen sama tulisan ente, mengalir, enak dibaca, daleemmm banget. ajarin gw donk...!...  
(56)    Tugi Hartono  Assalamu'alaikum Wr Wb..... Salam kenal pak Nanang.....Selamat UangTahun bapak... Saya selalu terinspirasi dengan tulisan bapak...... teriring dengan selesainya buku TTS yg bermanfaat, semoga menjadi...  
(55)    inten  assalaamu'alaikum, Pak Nanang. saya Inten, dulu pernah di Inventra, Cipete. website yang mencerahkan dan inspiring, terimakasih....  
(54)    arie5758  Selamat malam pak Nanang, saya Arie alumni stemba lulusan '96... salam kenal pak :)...  
(53)    nanang  Terimakasih semua, pak Sugeng bukankah anda di Malaysia ?...