AhmadRizali.Com

08 Apr, 2009

Kabut Sutra Ungu

Posted by: Ahmad Rizali In: Pernak-pernik|Pilpres

Itu adalah judul teenlit dan film remaja romantik di awal Tahun 1980an, meski aku tidak menonton film dan membaca bukunya, tetapi karena judul itu sliweran setiap hari, jadi hapal.

Kabut yang tidak terbuat dari sutra dan berwarna ungu, sejak tadi pagi hingga jam 08.00 ini menyelimuti Depok hingga Jakarta. Sejak menunggu KRL di stasiun Pondok Cina Depok, sensasi kabut ini sangat inspiratif. Bayangkan, gedung rektorat UI yang menjulang dan pepohonan disana terlihat remang remang di udara sejuk, bak di puncak gunung Gede, lembah Mandalawangi.

Aku langsung teringat Glasgow Skotlandia. Kota di utara London ini nyaris setiap pagi berkabut dan meski tidak musin salju, biasanya bersuhu sedikit di atas nol derajat selsius. Karena kabut dan tanpa matahari ini, Glasgow termasuk kota yang muram, seperti Moscow-Rusia sebuah kota dimana aku kepingin banget ke sana dan berkunjung ke tempat tempat yang disebut sebut oleh Tolstoy, Gorky, Dostoyevski.

Kabut Depok pagi ini karena hujan tak henti sejak waktu ashar kemarin hingga tengah malam. Kubah Margo City yang ketika malam terlihat seperti api obor, pagi tadi dari jembatan ciliwung di jalan juanda Depok terlihat samar samar seperti kubah gereja di dekat lapangan merah Moscow, jika ada sebaran salju, pas sudah.

Kabut yang uap air itu, ketika bercampur asap kendaraan disebut smog, kata fog yang berarti kabut digabung smoke berarti asap. Smog ini adalah hujan kuning dalam skala kecil yang sangat merusak.

Uap air bercampur asap yang mengandung COx,NOx dan SOx dalam sikon dan campuran yang pas, akan membentuk campuran asam karbonat, nitrat nitrit dan sulfat sulfit dan mengasamkan tanah, tentu merusak tanaman dan badan kita jika terkena dalam jangka panjang. Inilah yang disebut hujan asam, musuh para penggiat lingkungan hidup. Dan, jakarta dengan motor, bajaj, metromini dan kendaraan pribadi yang begitu banyak, tentu menyumbang COx,NOx dan SOx sangat besar.

Meskipun demikian, kabut pagi ini tetap eksotik, sangat sensasional memandangi gedung gedung tinggi yang hanya terlihat bayangannya dari jendela kaca sebuah gedung tinggi di dekat monas, bak memandangi area kota glasgow dipagi dan siang hari. Bedanya, disana kita akan mengumpat ngumpat saking dinginnya, di sekitar monas kita bisa sambil senyum senyum dan menulis posting ini.

Untunglah kabut sutranya ungu, bukan hijau, biru atau merah bahkan kuning, karena posting saya bisa dianggap kampanye oleh panwaslu di pekan tenang ini.

Selamat mencoblos,.. eh mencontreng eh bukan, mencentang, apa sajalah, tidak hadir juga boleh, kan ini hak ?

Tabik
8/4/09
Nanang

Ilustrasi: http://www.bukubagus.com

No related posts.

2 Responses to "Kabut Sutra Ungu"

1 | orebrabef

June 30th, 2011 at 9:21 pm

Avatar

Mindset vs. Knowledge The opening fixation that we need to get it back turning dreams into reality is that we purpose requirement two
apparent attributes. We need to have both the freedom Conception and a reassuring Mindset. Many people consign to oblivion on every side Mindset and
therefore are more conceivable to fail in their attempts to gain what they need, when they want. As you can over the front of achieving
anything is mostly having the properly mindset. In episode it is about ? Mindset and ? Knowledge. Having the open Insight is pretty
straightforward, it is learning the skills and strategies required to play up perform in the tasks you will usual repayment for yourself.
The Mindset however is something the assorted people wrestle with . To participate in a prizewinner Mindset means that you are well Motivated and have the Termination and Will Power required to make the sacrifices you will-power need to make.

2 | nanang

August 2nd, 2011 at 2:42 pm

Avatar

Thx for Ur indept comments
rgds

Comment Form

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


(58)    nanang  Gus, mustinya ente lebih canggih dari ane, kan ente wartokaw :), gimane cara ngajarin wartokaw nulis, kayak ngajarin bebek berenang. Ntar kalo ane pangsiun mau full nulis, ya 3-5 taon lagi lah. Unt...  
(57)    gus dul  Nang, ente cocoknya jadi penulis kayak ane.....ge demen sama tulisan ente, mengalir, enak dibaca, daleemmm banget. ajarin gw donk...!...  
(56)    Tugi Hartono  Assalamu'alaikum Wr Wb..... Salam kenal pak Nanang.....Selamat UangTahun bapak... Saya selalu terinspirasi dengan tulisan bapak...... teriring dengan selesainya buku TTS yg bermanfaat, semoga menjadi...  
(55)    inten  assalaamu'alaikum, Pak Nanang. saya Inten, dulu pernah di Inventra, Cipete. website yang mencerahkan dan inspiring, terimakasih....  
(54)    arie5758  Selamat malam pak Nanang, saya Arie alumni stemba lulusan '96... salam kenal pak :)...  
(53)    nanang  Terimakasih semua, pak Sugeng bukankah anda di Malaysia ?...  
(52)    sugeng santoso  Saya bangga jadi anggota tim Beliau sejak 96, dan banyak ilmu yg sy dapat dari Beliau....Tq P Rizali,...Sukses selalu, mdh mdhn Allah memberkahi keluarganya, amin......  
(51)    salamah  saya seorang guru SD dari sekolah pinggiran .... dan saya senang jika membaca kisah-kisah inspiratif dari para senior saya....... ...  
(50)    salamah  hebat sekali.........  
(49)    alat peraga  Salam kenal pak... semoga pendidikan di indonesia makin meningkat anda adalah inspirasi kita semua.. salam kenal alat peraga...