Itu adalah judul teenlit dan film remaja romantik di awal Tahun 1980an, meski aku tidak menonton film dan membaca bukunya, tetapi karena judul itu sliweran setiap hari, jadi hapal.
Kabut yang tidak terbuat dari sutra dan berwarna ungu, sejak tadi pagi hingga jam 08.00 ini menyelimuti Depok hingga Jakarta. Sejak menunggu KRL di stasiun Pondok Cina Depok, sensasi kabut ini sangat inspiratif. Bayangkan, gedung rektorat UI yang menjulang dan pepohonan disana terlihat remang remang di udara sejuk, bak di puncak gunung Gede, lembah Mandalawangi.
Aku langsung teringat Glasgow Skotlandia. Kota di utara London ini nyaris setiap pagi berkabut dan meski tidak musin salju, biasanya bersuhu sedikit di atas nol derajat selsius. Karena kabut dan tanpa matahari ini, Glasgow termasuk kota yang muram, seperti Moscow-Rusia sebuah kota dimana aku kepingin banget ke sana dan berkunjung ke tempat tempat yang disebut sebut oleh Tolstoy, Gorky, Dostoyevski.
Kabut Depok pagi ini karena hujan tak henti sejak waktu ashar kemarin hingga tengah malam. Kubah Margo City yang ketika malam terlihat seperti api obor, pagi tadi dari jembatan ciliwung di jalan juanda Depok terlihat samar samar seperti kubah gereja di dekat lapangan merah Moscow, jika ada sebaran salju, pas sudah.
Kabut yang uap air itu, ketika bercampur asap kendaraan disebut smog, kata fog yang berarti kabut digabung smoke berarti asap. Smog ini adalah hujan kuning dalam skala kecil yang sangat merusak.
Uap air bercampur asap yang mengandung COx,NOx dan SOx dalam sikon dan campuran yang pas, akan membentuk campuran asam karbonat, nitrat nitrit dan sulfat sulfit dan mengasamkan tanah, tentu merusak tanaman dan badan kita jika terkena dalam jangka panjang. Inilah yang disebut hujan asam, musuh para penggiat lingkungan hidup. Dan, jakarta dengan motor, bajaj, metromini dan kendaraan pribadi yang begitu banyak, tentu menyumbang COx,NOx dan SOx sangat besar.
Meskipun demikian, kabut pagi ini tetap eksotik, sangat sensasional memandangi gedung gedung tinggi yang hanya terlihat bayangannya dari jendela kaca sebuah gedung tinggi di dekat monas, bak memandangi area kota glasgow dipagi dan siang hari. Bedanya, disana kita akan mengumpat ngumpat saking dinginnya, di sekitar monas kita bisa sambil senyum senyum dan menulis posting ini.
Untunglah kabut sutranya ungu, bukan hijau, biru atau merah bahkan kuning, karena posting saya bisa dianggap kampanye oleh panwaslu di pekan tenang ini.
Selamat mencoblos,.. eh mencontreng eh bukan, mencentang, apa sajalah, tidak hadir juga boleh, kan ini hak ?
Tabik
8/4/09
Nanang
Ilustrasi: http://www.bukubagus.com
No related posts.