Jacko wafat sudah, sesama raja, bang haji rhoma ikut memberi komentar tentang si raja musik pop dunia itu dan berduyun duyun tokoh musik lain berkomentar. Meski tercatat sebagai manusia dengan prestasi musik yg dahsyat, kematian Jacko penuh kontroversi dan misteri, beritanya di media penuh racikan bumbu yg lezat dan habis disantap pemirsa.
Sisi buruk Jacko yang konon pedofil, tersapu habis oleh kedahsyatan karyanya yang mendunia. Jacko ternyata tidak hanya seorang seniman musik dan tari yang piawai, tetapi juga seorang pejuang kemanusiaan, filantropik dan penyayang anak anak. Tentu, dia juga menghidupi jutaan warga dunia dengan karyanya, bahkan upacara pemakamannya memberi pekerjaan kepada ribuan profesi.
Dunia juga pernah menayangkan wafatnya Ayatolah Khomeini, bapak revolusi Iran. Kematian tokoh besar ini dihadiri oleh jutaan manusia iran dan disaksikan pula oleh jutaan manusia di dunia. Khomeini meninggalkan republik islam iran yang berdaulat dan tidak pernah tunduk kepada hegemoni superpower.
Almarhum Khomeini berjuang sejak muda untuk kemerdekaan negerinya dari penjajahan dan penindasan, sempat mengungsi ke Perancis dan kembalinya ke Iran disambut jutaan rakyatnya. Khomeini tokoh politik dan ulama serba bisa yang meski tidak bisa dibandingkan dengan Jacko, adalah tokoh besar dunia, meskipun sebagian pemimpin dunia tidak menyukainya.
Jacko, Khomeini dan sederet tokoh lain adalah manusia biasa yg antri menunggu maut, tetapi mereka adalah manusia pemberani pembuat sejarah. Di sisi yang berlawanan, Hitler, Firaun dan Jengis Khan juga tokoh pembuat sejarah yang sangat pemberani.
Penghormatan kematian Jacko yang konon mengikuti kakak sulungnya beragama Islam, dilakukan secara Kristen. Satu persatu penyanyi dunia memberi kehormatan dengan bernyanyi. Lionel Richie, Stevie Wonder dan puluhan lainnya hadir, termasuk Broke Shield. Prosesi penghormatan terakhir kematian Jacko menjadi tontonan dahsyat spektakuler bak upacara pemberian Oscar.
Sungguh berbeda dgn prosesi penghormatan penguburan Khomeini yang begitu sederhana untuk seorang pemimpin besar revolusi, namun jutaan manusia mengantri ikut sholat jenasah dan sholat gaib. Di saat penguburan, keranda sederhana itu bergerak di atas kepala lautan manusia yang tidak bergerak kecuali tangan mereka yang ingin peroleh berkah dengan menyentuh keranda tokoh besar itu.
Jacko, Khomeini sudah tiada, kitapun bersiap menyusul dan antri, mungkin tanpa kehebohan pemberitaan di media kecuali di corong mesjid RT dan selebaran kantor atau sms, tetapi dimata al khalik, semua setara, yang berbeda cuma karya kita yang akan diterima olehNya. Semoga karya Jacko dan Khomeini serta kita, timbangannya lebih banyak yang baik dan berguna untuk sesama, sehingga mampu menutupi timbangan keburukan kita yang tidak bisa kita hindari, selama masih jadi manusia.
Selamat jalan Jacko,… sampai jumpa di alam sana.
8/7/09
email: nanang60@yahoo.com
http://ahmadrizali.com
Related posts:
- Firasat dan Tanda Tanda Kematian Kakak lelaki saya yang wafat selasa pekan ini, sebetulnya secara...