AhmadRizali.Com

27 Jul, 2009

Saleh Dan Salehah

Posted by: Ahmad Rizali In: Budaya|Catatan|Islam

KRL Bojong Express penuh karyawan pulang kantor pada jam 5.20 dari stasiun Gambir. Ketika berhenti di stasiun Gondangdia, seorang ibu berbadan besar sedang hamil besar pula memasuki gerbong kami yang terletak di ujung dan sejak tadi kulihat ada dua deret penumpang perempuan yang duduk dikursi khusus untuk manula-ibu hamil dan ibu dengan anak kecil. Di deretan timur, kursi tersebut diduduki oleh 3 ibu dengan busana muslimah yg lengkap dalam seragam, jika bukan guru, pastilah karyawan swasta, sedangkan di deretan barat duduk berhimpitan sekelompok ibu yang tidak berkerudung, namun berpakaian cukup sopan ala Indonesia.

Saya langsung menebak, salehah berbusana muslimah tadi akan langsung berdiri untuk memberi sang ibu hamil berbadan besar tersebut untuk duduk, selain karena harus mencerminkan kesalehan sebagaimana pakaian yang dikenakan mereka juga terlihat jauh lebih muda. Ternyata tebakan saya salah. Seorang ibu setengah tua yang berpakai paling tidak sopan yang langsung berdiri dan memberi tempat kepada ibu hamil tersebut, mengapa paling tidak sopan, karena ketika menunduk, aurat diantara celana dan T-Shirt yg dia pakai terlihat mencolok mata.

Ketika KRL berjalan dan penumpang sedang penuh, tidak sedikit pemuda yang tanpa peduli kesulitan penumpang, duduk di lantai KRL sambil membaca kitab suci. Saya menduga mereka saleh karena ditunjukkan oleh tanda tanda fisik dan pakaiannya. Dagu berjanggut dengan jidat hitam dan celana panjang yang tergantung. Seringkali pula saya melihat pemuda dan orang tua saleh seperti itu, tanpa peduli dengan kemacetan jalan, sibuk menyebarang di jalan yang di atas mereka terbentang jembatan penyeberangan.

Saya sangat hormat dan kagum kepada mereka yang mempraktekan cara berpakaian dan penampilan fisik harus sesuai dengan kitab fikih, akan tetapi akan menjadi kegundahan mendalam ketika penampilan kesalehan dan kesalehahan tersebut ternyata berbanding terbalik dengan keharusan mengikuti kaidah umum yang harus diikuti.

Apakah memberi ibu hamil tempat duduk dan menyeberang di tempat yang disediakan sehingga mengurangi kemacetan jalan tidak dianjurkan secara tekstual dalam kitab fikih, sehingga saleh dan salehah tadi tidak perlu patuh dan tentu tidak berdosa ? Entahlah, hanya mereka dan Tuhan yang mengetahui.

Setiap menyaksikan peristiwa seperti ini saya selalu teringat ucapan seorang profesor senior pendiri universitas Indonesia, ketika diajak sholat jum’at dan berkata “buat apa sholat, toh saat diminta bantuan seorang miskin kalian tidak mau membantu…”. Menurutku yang percaya Tuhan, kepatuhan kepada yang dilangit itu sebuah keharusan pribadi, karena jika percaya dengan yg dilangit, konsekuensinya tentu mesti patuh dan jika kepatuhan itu di fahami dengan lebih mendalam, tentu mereka juga akan membantu orang miskin dan mematuhi kaidah kaidah kemasyarakatan semisal dengan segera memberi tempat kepada ibu hamil tadi. Bukankah yang paling berhak duduk adalah ibu hamil tadi, karena sudah tertera di stiker di kaca belakang tempat duduk tersebut bahwa deretan kursi tadi khusus untuk ibu hamil-manula dan ibu2 dengan anak kecil ?

Alangkah semakin bangganya saya menjadi seorang muslim, meski tidak saleh, jika melihat salehah dan saleh yang terlihat dari penampilan fisik dan pakaiannya dan bersegera mengikuti anjuran kemasyarakatan, seperti berperilaku empati kepada ibu hamil, manula bahkan memberi tauladan menyeberang di tempat yang disediakan, bahkan menolong orang tua menyeberang saat mereka memerlukan atau tidak.

Bukankah memang seperti itu anjuran kanjeng Nabi SAW yang sangat mulia itu ?
Hanya yg di atas yg lebih mengetahui.

Depok, akhir Juli 2009

nanang

http://ahmadrizali.com

No related posts.

Tags: ,

2 Responses to "Saleh Dan Salehah"

1 | M Faizi

August 3rd, 2009 at 11:23 pm

Avatar

yang tidak termasuk saleh/salehah juga antara lain adalah ketika membelokkan kendaraannya tidak menyalakan lampu sein, mas.. :-)

2 | Agung

October 19th, 2009 at 4:47 pm

Avatar

yang pakai jilbab tapi tidak peduli pada orang lain dapat nilai minus untuk ketidakpeduliannya, yang cuma pakai T-shirt juga dapat nilai minus untuk pakaiannya. yang pakai jilbab dapat plus untuk pakaiannya, yang memberikan tempat duduk untuk ibu hamil dapat nilai plus untuk kepeduliannya. cuma apakah nilai plusnya cukup untuk menutupi nilai minus mereka, itu terserah Allah SWT. Kita sebatas bisa menilai dengan kacamata manusia.

Comment Form

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


(62)    Hariyono  Like this....:D...  
(61)    nanang  Pak/Bu Endar dan Rere, terimakasih atas komentar anda. saya senang jika blog ini menjadi alternatif bacaan dikala bete, insyaAllah. ...  
(60)    rere  alert(‘salam IT Club Lombok’)...  
(59)    endar sudarjat parmasamita  Assalaamu'alaikum wr.wb.. Salam kenal Pak Nanang,semoga bapak senantiasa ada dalam kesehatan yang baik. Ingin saya belajar banyak hal dari bapak. Sejujurnya kami sudah jenuh melihat pelbagai persoa...  
(58)    nanang  Gus, mustinya ente lebih canggih dari ane, kan ente wartokaw :), gimane cara ngajarin wartokaw nulis, kayak ngajarin bebek berenang. Ntar kalo ane pangsiun mau full nulis, ya 3-5 taon lagi lah. Unt...  
(57)    gus dul  Nang, ente cocoknya jadi penulis kayak ane.....ge demen sama tulisan ente, mengalir, enak dibaca, daleemmm banget. ajarin gw donk...!...  
(56)    Tugi Hartono  Assalamu'alaikum Wr Wb..... Salam kenal pak Nanang.....Selamat UangTahun bapak... Saya selalu terinspirasi dengan tulisan bapak...... teriring dengan selesainya buku TTS yg bermanfaat, semoga menjadi...  
(55)    inten  assalaamu'alaikum, Pak Nanang. saya Inten, dulu pernah di Inventra, Cipete. website yang mencerahkan dan inspiring, terimakasih....  
(54)    arie5758  Selamat malam pak Nanang, saya Arie alumni stemba lulusan '96... salam kenal pak :)...  
(53)    nanang  Terimakasih semua, pak Sugeng bukankah anda di Malaysia ?...