30 Jul, 2010
Ketika Anakku Tidak Naik Kekas (4)
Posted by: Ahmad Rizali In: Keluarga|Pendidikan|Pernak-pernik|Sekolah
KATNK (4): akhirnya lulus juga
Dengan mata masih setengah terpejam saya mengucap puji syukur kepada Allah SWT ketika istriku yg sudah bersiap melakukan solat sunnah menjelang subuh berkata “Fandi Lulus”. Artinya, dia lulus ujian paket C.
Dua kata itu menghapus semua kecemasanku atas karir pendidikan anakku yg “bengal” nya gak ketulungan (baca: ketika anakku tidak naik kelas) dan sudah nyaris tidak tamat SMP. Dengan memaksa diri sabar, kami orangtuanya mengikuti keinginannya untuk belajar dirumah dengan menyewa pengajar beberapa matapelajaran yg diujikan.
Fandi, yg sering kusebut gusDur karena namanya memang Abdurrahman dan nyentriknya itu, juga lulus ujian masuk di Universitas Padjajaran Bandung, sebuah Universitas yg menurut sigi QS THES adalah peringkat ke 6 di Indonesia. Meskipun di Fakultas yg kering peminat dan pilihan itu jg menunjukkan ke “nyentrikannya” yg beda dengan main stream. Dia diterima di Sastra Rusia dengan syarat jika gagal di ujian paket C, harus mundur.
“GusDur” saya mengaku ingin jadi diplomat dan itu sangat pas dengan kepribadiaannya yang sangat mudah bergaul. Saking mudahnya, ketika masih berusia 2 tahun ujung penisnya yg masih kulup dilabur pasir oleh teman2nya yang sudah sekolah. Ketika kelas 2 SMP dia pulang tengah malam dengan mabuk dan terkapar di depanku dan muntah muntah, karena dijejali teman2nya yg sudah SMA dengan Anggur Orangtua.
Saat ini, meski masih sering menginap di rumah temannya, si gusdur sudah relatif tenang. Dia sudah berkabar ketika tidak pulang ke rumah dan keistimewaan si gus adalah sangat ringan kaki. Dia nyaris tidak pernah menolak jika diminta bantuan, mulai membeli barang sepele di warung, hingga mengantar ibunya pergi ke pasar.
Si gus juga tetap ngelayap di bon oleh grup musik kemana2 karena kepiawaiannya bermain bas yang ketika dikursuskan juga kerap membolos dan tak punya sertipikat.
Saya sungguh gembira, karena istriku yg berasal dari keluarga tertip pendidikan sangat gembira dengan pencapaian si gus, kakak ipar saya S3 lulusan jerman dan satunya lagi dokter kandungan perempuan yg sangat terkenal. Semua putrinya kuliah di FK universitas yg bergengsi. Adik iparku yg semua lelaki 2 orang alumni UI, satunya dokter spesialis tulang dari UNS. Ponakanku jawara olimpiade math dan hobi banget sekolah.
Terbayang kan kelegaanku, meski aku tidak mendewakan amat sebuah karir pendidikan formal yg hebat, karena itu hanya kartu akses saja, selanjutnya adalah kompetensi.
Jika saya ada umur, akan saya tuliskan kembali seperti apa siGusdur 10 tahun mendatang.
wasalam
http://ahmadrizali.com
Related posts:
- Ketika Anakku Tidak Naik Kelas (2) Hari sabtu pekan lalu, saya diundang oleh SMA dimana maman,...
- KETIKA ANAKKU TIDAK NAIK KELAS (3) Kemarin persanaanku sama seperti 31 Tahun yang lalu, ketika membaca...
- Ketika anakku tidak naik kelas Anakku, sejak balita tidak pernah diam, bahkan saat tidur tidak...