AhmadRizali.Com

12 Sep, 2011

Globalisasi

Posted by: Ahmad Rizali In: Budaya|Catatan

Globalisasi adalah seorang ibu muda berwajah jawa dan berkulit sawo matang bahkan cenderung gelap bercelana blujins dan memangku putranya yg masih bayi berkulit putih dan berambut jenis anak orang bule sedang duduk di kursi pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Adisutjipto yg katanya menuju Munich via Jakarta.

Globalisasi adalah ketika putri sang ibu yg berwajah sangat cantik seperti bintang hollywood bermata bundar berbinar dgn rambut hitam tergerai bertopi seperti empunya putri salju dan masih berusia kurang dari 10 tahun dan berkulit seperti ibunya yg ngoceh terus dlm bahasa yg tak kufahami, karena ke Munich, mungkin bahasa Jerman, kepada ibunya. Ketika pramugari membantu sang ibu memasang safety belt, mereka bicara dlm bahasa Indonesia dan ketika tetangga tempat duduknya dimintai tolong memegang si bayi, mereka berbahasa Inggris. Nun di depannya, anak seumuran si balita menangis sambil ngedumel dlm bahasa jawa.

Bbrp shaf di depanku, kulihat 2 orang berwajah arab asyik berbicara, mungkin dlm bahasa arab atau bahasa iran ? Entahlah.

Globalisasi adalah juga warga desa penghasil garam yg memasak makanan dengan garam buatan Australia dan penduduk Malang mengunyah apel tanaman warga Amerika.

Baik atau burukkah globalisasi ? Menurutku jika itu ditawarkan negara lain, komoditasnya tak pernah nirideologi, namun tentu sungguh naif jika tawaran itu ditelan mentah mentah dan menjadi tergantung. Tergantung memakan roti dan mi yg terbuat dari gandum itu tidak baik, meski memakan keduanya bukanlah sesuatu yg haram, karena gandum tak bisa ditanam di negeri ini.

Membiasakan anak makan apel washington, kiwi new zealand dan jeruk RRT atau pepaya Thailand juga tidak Thayyib karena mendidik mereka tidak menyukai sawo dan salak atau pisang ambon bahkan mangga gedong probolinggo yg tumbuh subur di negeri ini.

Globalisasi adalah saling tergantung yg setara sebagai bangsa dan umat manusia untuk menggapai kemaslahatan mereka. Memaksa pihak lain menjadi tergantung adalah kejahatan dan membiarkan diri bahkan menjerumuskan diri hingga tergantung adalah kejahilan.

Depok 10 sept 2011

wasalam
Ahmad Rizali

http://ahmadrizali.com

No related posts.

No Responses to "Globalisasi"

Comment Form

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


(62)    Hariyono  Like this....:D...  
(61)    nanang  Pak/Bu Endar dan Rere, terimakasih atas komentar anda. saya senang jika blog ini menjadi alternatif bacaan dikala bete, insyaAllah. ...  
(60)    rere  alert(‘salam IT Club Lombok’)...  
(59)    endar sudarjat parmasamita  Assalaamu'alaikum wr.wb.. Salam kenal Pak Nanang,semoga bapak senantiasa ada dalam kesehatan yang baik. Ingin saya belajar banyak hal dari bapak. Sejujurnya kami sudah jenuh melihat pelbagai persoa...  
(58)    nanang  Gus, mustinya ente lebih canggih dari ane, kan ente wartokaw :), gimane cara ngajarin wartokaw nulis, kayak ngajarin bebek berenang. Ntar kalo ane pangsiun mau full nulis, ya 3-5 taon lagi lah. Unt...  
(57)    gus dul  Nang, ente cocoknya jadi penulis kayak ane.....ge demen sama tulisan ente, mengalir, enak dibaca, daleemmm banget. ajarin gw donk...!...  
(56)    Tugi Hartono  Assalamu'alaikum Wr Wb..... Salam kenal pak Nanang.....Selamat UangTahun bapak... Saya selalu terinspirasi dengan tulisan bapak...... teriring dengan selesainya buku TTS yg bermanfaat, semoga menjadi...  
(55)    inten  assalaamu'alaikum, Pak Nanang. saya Inten, dulu pernah di Inventra, Cipete. website yang mencerahkan dan inspiring, terimakasih....  
(54)    arie5758  Selamat malam pak Nanang, saya Arie alumni stemba lulusan '96... salam kenal pak :)...  
(53)    nanang  Terimakasih semua, pak Sugeng bukankah anda di Malaysia ?...