AhmadRizali.Com

28 Oct, 2011

28 Oktober 2011

Posted by: Ahmad Rizali In: Catatan

Hari ini saya bukan pemuda lagi, tetapi manusia dewasa menjelang senja, sehingga semangatku sudah tak semenggelora pemuda yg berusia likuran dan tigapuluhan yg saat menjelang deklarasi kemerdekaan mereka tidak sabar barang seharipun menundanya dan menculik dwi tunggal karena tidak ingin menurut mereka kemerdekaan hadiah dari Jepang, mereka ingin kemerdekaan itu buah revolusi romantik.

Saya juga bukan pemuda Hatta yang lantang dan bernyali berpidato “Indonesia Merdeka” di pengadilan negeri belanda atau pemuda Soekarno yg berpidato “Indonesia Menggugat” di pengadilan Hindia Belanda, apalagi pemuda Tan Malaka yg dalam persembunyiannya menulis “Madilog” yg menggegerkan itu. Saya juga bukan M. Natsir, tokoh santun bersahaja pengisi awal kemerdekaan yg menulis “Kapita Selekta” saat usia 24 Tahun itu.

Seniman Arifin C. Noor menulis naskah drama “Sumur Tanpa Dasar” di usia 17 Tahun dan Chairil Anwar mati diusia belum 30 Tahun. Ternyata Soeharto memimpin operasi Mandala dalam usia tigapuluhan dan menjadi presiden RI di awal 40an.

Mereka sedikit dari banyak pemuda hebat bangsa ini yang lahir, tumbuh dan menjadi manusia dewasa yg hebat karena tempaan jamannya, bukan karena sistem pendidikan bangsanya.

Saya haqqul yaqin, ribuan pemuda dahsyat di seantero nusantara ini yg siap menggantikan tokoh itu untuk meneruskan cita cita mereka, dengan caranya sendiri. Ada yg berdagang, menjadi guru, profesional, penggiat LSM bahkan politikus hingga sekedar pegawai negeri sipil dan militer berpangkat rendahan.

Meski seringkali mereka sulit menemukan mentor, seperti Tjokro untuk Soekarno atau Hatta untuk Daoed Joesoef atau Natsir untuk Yusril Ihza, tetapi kerasnya jaman akan menempa mereka menjadi liat dan petarung handal untuk bangsanya.

Aku dimana ? Aku adalah noktah kecil jutaan dewasa menjelang usia senja yg hanya bisa menyiapkan mereka jalan, menemani mereka menyusuri pahit getir pergulatan menuju kedewasaan dan mendorong mereka berkarya gemilang.

Aku adalah jutaan dewasa yg berharap barisan pemuda itu membuang jauh kebejatan kakak dan tetuanya, menelan bulat serta mempraktekan kemuliaan mereka.

Depok 28 Oktober 2011

wasalam
Ahmad Rizali

http://ahmadrizali.com

No related posts.

No Responses to "28 Oktober 2011"

Comment Form

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


(62)    Hariyono  Like this....:D...  
(61)    nanang  Pak/Bu Endar dan Rere, terimakasih atas komentar anda. saya senang jika blog ini menjadi alternatif bacaan dikala bete, insyaAllah. ...  
(60)    rere  alert(‘salam IT Club Lombok’)...  
(59)    endar sudarjat parmasamita  Assalaamu'alaikum wr.wb.. Salam kenal Pak Nanang,semoga bapak senantiasa ada dalam kesehatan yang baik. Ingin saya belajar banyak hal dari bapak. Sejujurnya kami sudah jenuh melihat pelbagai persoa...  
(58)    nanang  Gus, mustinya ente lebih canggih dari ane, kan ente wartokaw :), gimane cara ngajarin wartokaw nulis, kayak ngajarin bebek berenang. Ntar kalo ane pangsiun mau full nulis, ya 3-5 taon lagi lah. Unt...  
(57)    gus dul  Nang, ente cocoknya jadi penulis kayak ane.....ge demen sama tulisan ente, mengalir, enak dibaca, daleemmm banget. ajarin gw donk...!...  
(56)    Tugi Hartono  Assalamu'alaikum Wr Wb..... Salam kenal pak Nanang.....Selamat UangTahun bapak... Saya selalu terinspirasi dengan tulisan bapak...... teriring dengan selesainya buku TTS yg bermanfaat, semoga menjadi...  
(55)    inten  assalaamu'alaikum, Pak Nanang. saya Inten, dulu pernah di Inventra, Cipete. website yang mencerahkan dan inspiring, terimakasih....  
(54)    arie5758  Selamat malam pak Nanang, saya Arie alumni stemba lulusan '96... salam kenal pak :)...  
(53)    nanang  Terimakasih semua, pak Sugeng bukankah anda di Malaysia ?...