AhmadRizali.Com

29 Nov, 2011

Happy Week End Forever

Posted by: Ahmad Rizali In: Catatan|Keluarga|Sekolah

Foto Lontong Desa Tuyuhan. dok. pribadi.

Awalnya aku menggerutu dengan “tugas” merayapi bbrp sekolah SLTA di demak-kudus-pati-rembang, rangkaian kabupaten sayap timur semarang sebelum memasuki Jatim, kecuali Jepara, sebuah Kabupaten yg sebetulnya paling ingin kukunjungi, siapa yg tidak kenal ukiran jati jepara ? Bagaimana tidak menggerutu, week end untuk leyeh leyeh dg anak istri atau ekstra tidur terganggu.

Namun, aku bersyukur karena perjalanan ini memungkinkanku melihat kubur Sultan Fattah dan Sultan Trenggono si pengubah budaya jalesveva jayamahe menjadi budaya matra darat. Sultan Fattah berani menyerah pangkalan portugis di malaka dg ribuan kapal yg dibuat di Lasem dan Tuban dan mengirim ratusan ribu tentara. Dia memang kembali dgn compang camping dan si pengubah arus, Trenggono memindah arah kebijakan ke darat.

Kompleks pemakaman Kadilangu dimana makam “rajanya” wali di Jawa, Sunan Kalijaga, juga sempat ku ziarahi. Wali besar yg membumi dan “mengislamkan” wayang itu makamnya selalu dikerumuni oleh ratusan hingga ribua penziarah dg berbagai kepentingan. Terlihat bukti kesalehannya.

Dua hari ini, aku menikmati semangat teman2 Rembang dan Lasem untuk memperbaiki pendidikan via peningkatan kompetensi guru. Dengan semangat tempur bambu runcing alias boneks, mereka mengundan pejabat Subdit Kemdikbud yg mengurusi PKG (penilaian kinerja guru) dan PKB (penilaian keprofesian berkelanjutan).

Aku sempat rerasan dengan mas Eko Prasetyo, wartawan muda Editor Jawa Pos, tentang kata Keprofesian yg artinya bukan profesi atau profesi semu. Pembuat kebijakan sering ceroboh dlm urusan beginian.

Semalam, belasan kasek diundang hadir mengikuti diskusi dg pejabat dikbud itu, usai nyaris jam 24.00 tengah malam. Nekat betul teman2 IGI yg meminjam tangan PLH Kadis Penddkn dg mengundang Kasek, raja kecil, malam ahad pas malam 1 suro. Biasanya yg “boleh” dan dimaklumi memanggil gaya ini hanya pak Bupati.

Tadi pagi hingga lohor, tiga ratusan guru asyik menyimak paparan dari Dr. Sulihan, fisikawan Unnes Semarang memaparkan rincian kebijakan PKG dan PKB. Aku kebagian menjelaskan peran organisasi profesi, dlm hal ini IGI dan kiprahnya, di tutup mas Eko dgn pentingnya menulis.

Singkat kata, aku merasakan geliat perubahan budaya guru yg hegemonik jika berkuasa dan pasrah jika menjadi anak buah, menjadi guru dgn semangat mengubah sesuatu, meski terbatas resourcesnya. SMK TI Fattah, di bawah komando Nur Rohman yg cool, mampu menarik murid berebut memasukinya. Pak Kasek Nur, awalnya memperbaiki mobil rongsokan unt dipakai sbg mobil multi purpose, hingga saat ini memiliki bis tiga perempat unt antar jemput siswanya yg hanya membayar SPP seratus ribuan sebulan itu.

Lontong Tuyuhan dan Telur Rajungan Goreng

Yg paling membuatku menikmati “working week end” ini adalah kuliner lontong tuyuhan (asalnya desa tuyuhan), nasi Gandul pati, asem asem Demak dan sate keong sawah serta pecelan ontong pisang ala Kudus. Apalagi yg menjadikan negeri yg indah ini semakin semarak jika bukan keberagaman kulinernya, melengkapi keberagaman budayanya.

Aku memperoleh “gratifikasi” batik tulis kasar khos Pati, Demak dan Lasem yg indah, mereka seakan tahu bahwa aku penyuka kemeja batik dari katun.

Kembali ke lontong tuyuhan, belasan tahun lalu saat ditraktir bosku di sebuah restoran mahal di bilangan Sudirman Jakarta, kupesan makan yg ternyata kerang dgn telur ikan disajikan diatas cangkang kerang besar dan disajikan indah di atas piring porselen putih.

Peristiwa itu kuingat ketika tadi pagi, aku diajak sarapan di depot bersahaja di pinggiran jln Lasem-Tuban. Ada cangkang kepiting dan diatasnya ditumpuk telur-telur rajungan yg digoreng kering. Wuik, lauk yg sangat lezat ini hanya berharga Rp. 4.500 sementara, hidangan mahal tadi, meski rasanya, huekkk !! Bisa berharga 30-40 kalilipat.

Sementara masih bersendawa telur rajungan goreng yg lezat, aku diajak makan siang makanan khos Rembang. Lontong empuk yg kemrenyus disiram kuah bersantan seperti campuran opor dan gulai, gurih. Lauknya boleh memilih, tetapi yg populer tentu ayam yg nampaknya matang didalam kuah gurih itu.

Makanan yg kuahnya mirip opor atau laksa Jakarta itu disebut lontong tuyuhan, favorit pelancong ke Rembang. Beberapa warung khusus menjual lontong didirikan ditengah sawah dan kebun tebu itu, ketika kutengok, ternyata kami sedang berada di desa tuyuhan.

wasalam
Ahmad Rizali

http://ahmadrizali.com

2 Responses to "Happy Week End Forever"

1 | EKO ADRI WAHYUDIONO

December 1st, 2011 at 5:13 pm

Avatar

Assalamualaikum

kapan giliran Ke Magetan, jawa Timur Pak, kita tunggu nih he..he.., lewat solo saja, jalannya dijamin mulus dengan pemandangan gunung lawu dan telaga sarangannya..

wassalam

2 | nanang

December 5th, 2011 at 12:41 pm

Avatar

Mas Eko !!! Terimakasih atas undangan sampeyan, insyaAllah jika ada acara disana dan sampeyan ngundang saya, I am coming !! Kebetulan aku punya adik yg tinggal di Solo, ya mak nyus gitu, sekalian silaturahim. Aku pernah nyetir sendiri dari Solo nyasar ke Sarangan dan Magetan terus ke Madiun hehehe, ngeri banget jalan menurunnya, banyak kopling dan rem yg hangus.

Comment Form


  • สูตรลดน้ําหนักเร่งด่วน: Proteins can be found in meat, fish, poultry and eggs, as well as high quality dairy products. The plus side of this diet is that it offers a larg
  • hendi: Maaf pa..apa sy bisa mendapatkan alamat atau no hp abah kyai tubagus?sy membutuhkan pertolongan orang yg mengerti gaib.tapi bukan yg 'biasa'.krn sdh b
  • best dating sites: You should take part in a contest for one of the most useful websites on the web. I'm going to highly recommend this site!

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


(159)    Reza Khairurrahman  Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh, Pak, saya Reza pengurus OSIS SMAN 5 Kota Bekasi. Saya mendapat alamat email Bapak dari Ibu Aulia yang sudah saya kontak sebelumnya. Singkat cerita sekola...  
(157)    Sari  Salam kenal Pak Mau tanya seputar beasiswa afirmasi LPDP pak. Saat ini saya bekerja sbg PNS di Badan Pusat Statistik Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Merupakan salahsatu kabupaten tertinggal m...  
(102)    Ahmad Rizali  Dearest Mattie dan Amelie, Thank you very much for your encouraging comments on my weblog, keep reading. regards...  
(101)    Mattie  You've gotten very good thing right here....  
(100)    Amelie  Neat page, Stick to the beneficial work. Thanks!...  
(93)    aji Suryanto  Halo Pak, Seru juga baca article2 nya... Long time no chat ya Pak... Cheers Aji...  
(90)    roy handerson  salam kenal pak, sy adiknya bertha oktavina/ h dan dike yulius h dia titp salam, bpk pernah ke smpn kedamean kebetulan istri sy mengajar disana ibu maja erliany dia minat ikut tot tahun ini mohon inf...  
(89)    Nanang  Bpk semua, insyaAllah tindak lanjut training ESD akan di urus oleh bpk Fathii, staf di Pertamina Foundation yg mengurusi pelatihan ESD tersebut, terimakasih atas responsnya...  
(88)    Koko Budi Santoso  Assalamu'alaikum Pak ... SY inging bergabung dengan EDS, mohon informasinya ......  
(87)    Isno  Pak ingin bergabung training ESD bagaimana caranya......saya Guru SMA Negeri 3 Mojokerto.......