Kedua sungai besar ini di Asia, satunya di salah satu pulau terbesar di dunia, satunya di sebuah kontinen dimana sejarah awal peradaban berada. Mahakam terlihat lebarnya menyamai Yang Tse, meski Mahakam tidak sekejam Yang Tse yg ketika banjir bisa membunuh ribuan warga, meski juga menghidupi ribuan lainnya dg mengirim endapan tanah subur. Yang Tse meliuk sepanjang 6.000 Km, atau setara panjang pulau jawa dijejer 6 buah.
Yang Tse yg dahsyat itu semalam kulihat dimanfaatkan pemerintah Tiongkok dgn membangun dam terbesar di dunia saat ini, Dam Tiga Jurang ini mampu memasok listrik untuk 60 juta warga Tiongkok, untuk mereka itu tidak seberapa, kurang dari 5 % jumlah warganya, tetapi hampir 3 kali warga Malaysia.
NGC berkisah dahsyatnya proses membangun bendungan superbesar ini, dampak ekologis dan cara mengatasinya serta akibat yg ditimbulkan ketika salah hitung dan salah dalam menyikapi proses berengineering. Insinyur yg bekerja di sini begitu bangga ikut terlibat membangun si 3 Jurang.
Mahakam !! Kutengok ketika kanal kuubah ke pemancar nasional, disana terlihat rongsokan rangka besi jembatan yg beberapa hari lalu runtuh. Jembatan yg mirip “Golden Gate” Amrik itu menelan 18 warga tewas tercebur saat runtuh dan ratusan lukaparah.
Secara Teknologi dan Enjiniring, Jembatan Mahakam “gak onok opo2ne” dibanding Dam si 3 Jurang di Yang Tse dan mestinya mampu bertahan sesuai rancangannya yang konon 100 tahun. Jembatan Merah Surabaya dan Jembatan Ampera Palembang saja masih kokoh.
Aku mencium bau amis dalam kasus rontoknya Jembatan Mahakam, karena yg mampu melipat kedahsyatan teknologi hanya kebejatan korupsi. Meski, bisa saja kesalahan manusia menyumbang sebuah bencana, seperti kasus meledaknya pesawat Ulang Alik Challanger. Apakah Jembatan Mahakam seperti itu, saya ragu, maaf.
wasalam
Ahmad Rizali
http://ahmadrizali.com
Related posts:
- Tiga Hari yang Mencekam by Habe Arifin on Wednesday, 09 November 2011 at 12:05...
