AhmadRizali.Com

Archive for the ‘Pernak-pernik’ Category

Hari sabtu pekan lalu, saya diundang oleh SMA dimana maman, anakku yg “bengal” itu bersekolah untuk meneumi walikelas dan guru BP-nya, isi undangan adalah pembinaan murid. Beberapa hari sebelumnya, maman di panggil menghadap Kepseknya, seorang perempuan senior yang lugas dan sangat tegas, didampingi oleh walikelas, guru BP dan beberapa guru kunci di kelas IPS “semua [...]

16 Aug, 2009

17 Agustus 2006

Posted by: Ahmad Rizali In: Budaya|Catatan|Pernak-pernik

di stasiun manggarai menuju jam 21.00 menjelang hari kemerdekaan, penumpang KRL terakhir menuju Bogor berkerumun diantara onggokan gerbong usang dan remang cahaya neon terpaku menatap goyangan bokong biduan dangdut orkes dorong

21 Apr, 2009

Bulan ini tuhan “sibuk”

Posted by: Ahmad Rizali In: Catatan|Pernak-pernik|Pilpres|Politik

Belum usai gegap gempita permintaan do’a restu caleg kepada calon pemilih dan karena berbentuk do’a, tentu akan begitu banyak do’a (permintaan) disampaikan kepada tuhan, apalagi jika yg menyampaikan tokoh spiritual, akhirnya tuhan dimata saya menjadi “sibuk” memutuskan. Dari hasil perhitungan suara pemilu terlihat mana yang “dikabulkan” dan “ditolak”. Yang “dikabulkan” merasa tuhan sungguh adil dan [...]

14 Apr, 2009

Suatu Hari di KRL Ekonomi AC (2)

Posted by: Ahmad Rizali In: KRL|Pernak-pernik

KRL ekonomi AC membuka pintunya di stasiun Pondok Cina, masyaallah penuh banget. Aku mengikuti penumpang yang menerjang di depanku dan berhasil berdiri mepet di sisi pintu kanan, menjelang pintu ditutup, seorang anak muda gemuk tinggi besar dengan jidat dan hidung berketingat mendsak masuk, berdirilah dia tepat di depanku. AC tidak terasa, atau mungkin karena jubelan [...]

Tags: ,

08 Apr, 2009

Kabut Sutra Ungu

Posted by: Ahmad Rizali In: Pernak-pernik|Pilpres

Itu adalah judul teenlit dan film remaja romantik di awal Tahun 1980an, meski aku tidak menonton film dan membaca bukunya, tetapi karena judul itu sliweran setiap hari, jadi hapal. Kabut yang tidak terbuat dari sutra dan berwarna ungu, sejak tadi pagi hingga jam 08.00 ini menyelimuti Depok hingga Jakarta. Sejak menunggu KRL di stasiun Pondok [...]

31 Mar, 2009

Situ Gintung: Raibnya Kearifan Lokal

Posted by: Ahmad Rizali In: Kearifan Lokal|Pernak-pernik

Jebolnya situ dipinggiran jalan raya ciputat pada jum’at pagi,26 maret 2009 sesudah waktu subuh itu, hingga artikel ini kutulis sudah menewaskan 98 warga, hampir 100 yg hilang dan belum ditemukan, puluhan luka. Ratusan rumah warga rusak, mulai dari hancur rata dengan tanah, hingga tertimbun lumpur. Semua warga Indonesia tersentak, bencana yang seharusnya dapat diramalkan itu [...]

20 Dec, 2008

Singkong

Posted by: Ahmad Rizali In: Pernak-pernik|Singkong

Suatu hari, saya diajak profesor Koestoer dari UI berkelana ke London dan sekitarnya, British Council berbaik hati membayar semua ongkosnya, termasuk beberapa puluh pon uang saku. Kami kalap dan setiap hari berjalan kaki mengelilingi kota tua itu, ketika acara resmi usai. Semua nyaman, termasuk makan di hotel di pusat selama 2 hari, sesudah itu mulut [...]

RSUD Saiful Anwar Malang, Ruang 21 Kamar Nomor 6, hari Rabu (3/12/ 2008), sekitar pukul 13.30 WIB. Begitu memasuki ruangan tersebut, sosok pria yang saya kenal baik langsung menyambut dengan senyuman. Dua jempol tangannya diacungkan. “Assalamu alaikum”, saya menyapa. Saya menghampiri pria tersebut, menjabat tangan dan memeluknya. Saya ingin menggenggam tangannya lebih erat lagi, tapi [...]

11 Nov, 2008

Tukang Cukur dan Guru

Posted by: Ahmad Rizali In: Guru|Pernak-pernik

Tukang cukur, biasanya agar keren akan memasang tulisan “Barber Shop” di kios praktek mereka. Profesi ini tidak akan pernah hilang, selama masih ada kepala lelaki (dan perempuan) yg tidak ingin berambut gondrong. Ada potongan gaya “crew cut”, gaya tentara, ada yg disebut “tipis” artinya dipotong sedikit saja sekedar merapikan, ada yg pendek no-1, nyaris seperti [...]

Sesudah gagal mendapatkan tiket untuk menonton film laris Lasykar Pelangi pekan lalu, anakku berhasil mendapatkannya di Depok Town Square semalam. 99% penontonnya bukan muda mudi pacaran, tetapi keluarga. Bapak, Ibu anak beranak. Tak terlihat tampang bergajul dan “punk” yang mengantri memasuki gedung bioskop bertempat duduk sedikit itu. Aku pikir bioskop pemutar film ini akan tepat [...]


Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


(62)    Hariyono  Like this....:D...  
(61)    nanang  Pak/Bu Endar dan Rere, terimakasih atas komentar anda. saya senang jika blog ini menjadi alternatif bacaan dikala bete, insyaAllah. ...  
(60)    rere  alert(‘salam IT Club Lombok’)...  
(59)    endar sudarjat parmasamita  Assalaamu'alaikum wr.wb.. Salam kenal Pak Nanang,semoga bapak senantiasa ada dalam kesehatan yang baik. Ingin saya belajar banyak hal dari bapak. Sejujurnya kami sudah jenuh melihat pelbagai persoa...  
(58)    nanang  Gus, mustinya ente lebih canggih dari ane, kan ente wartokaw :), gimane cara ngajarin wartokaw nulis, kayak ngajarin bebek berenang. Ntar kalo ane pangsiun mau full nulis, ya 3-5 taon lagi lah. Unt...  
(57)    gus dul  Nang, ente cocoknya jadi penulis kayak ane.....ge demen sama tulisan ente, mengalir, enak dibaca, daleemmm banget. ajarin gw donk...!...  
(56)    Tugi Hartono  Assalamu'alaikum Wr Wb..... Salam kenal pak Nanang.....Selamat UangTahun bapak... Saya selalu terinspirasi dengan tulisan bapak...... teriring dengan selesainya buku TTS yg bermanfaat, semoga menjadi...  
(55)    inten  assalaamu'alaikum, Pak Nanang. saya Inten, dulu pernah di Inventra, Cipete. website yang mencerahkan dan inspiring, terimakasih....  
(54)    arie5758  Selamat malam pak Nanang, saya Arie alumni stemba lulusan '96... salam kenal pak :)...  
(53)    nanang  Terimakasih semua, pak Sugeng bukankah anda di Malaysia ?...