AhmadRizali.Com

10 Jan, 2009

Firasat dan Tanda Tanda Kematian

Posted by: Ahmad Rizali In: Keluarga| Orbituari

Kakak lelaki saya yang wafat selasa pekan ini, sebetulnya secara medis lebih sehat daripada sang istri yg sudah berkali kali masuk ICU karena gula darah super tinggi. Bahkan beberapa tetangga terkejut ketika takziah dan melihat yg terbujur bukan istrinya, tetapi suaminya. “Itulah usia,…” kata ayahku yg berusia 90 Thn itu saat ikut takziah.

Adik ipar almarhum bercerita, sepekan sebelum almarhum wafat, dia mencium bau campuran bunga kenanga, melati dan berbagai rupa bunga yg biasa menyertai keranda, selama 3 (tiga) hari. Adik iparnya itu buta dan tinggal bersama almarhum.

Putrinya yang sedang ikut di rumah itu dan merawat ibunya mengisahkan bahwa 2 pekan sebelum almarhum wafat, dia diajak bersepeda motor mengelilingi kompleks makam di mana dia akhirnya ditanam, ketika ditanya “ngapain” kok aneh aneh, cuma berujar “udahlah nak, ikut aja…”

Putrinya yang lain bercerita, sehari sebelum wafat, almarhum mencuci sendiri semua baju dan celana serta pakaian yg biasanya teronggok untuk dicuci bersama dan saat wafat, semua pakaian itu sudah terlipat rapi.

Yang seru, ayah saya bertengkar dengan ibuku, karena ayahku ngotot mengatakan anaknya sakit keras, tepat ketika dia usai sholat tahajud di selasa pagi itu. Ibuku tahu, almarhum sehat sehat saja. Sore hari putra pertamanya wafat.

Jika kuinterview terus, biasanya cerita seperti itu akan bertambah. Ada yg sahih, seperti firasat ayahku itu, atau sekedar “bumbu penyeram”, apalagi jika yg wafat manusia sangat baik dan mulia, akhirnya tumbuh cerita cerita “karomah” dan berujung yang wafat akan dianggap “wali”.

Kakakku almarhum adalah manusia reguler, manusia biasa seperti aku yg kadang baik, kadang jahat, sehingga ketika meninggal ya seperti manusia yang lain. Perkara dia wafat dan sempat beres2, mungkin saja dia sedang bete ingin mencuci, dia sudah purna tugas.

Yang menarik justru cerita putra bungsunya yang masih mahasiswa tingkat akhir, ceritanya justru biasa saja seperti manusia yang wafat karena secara medis memang jantungnya yg agak lemah, kurang kuat dengan turunnya tekananan darah yang mendadak.

Kakakku baru 2 tahun berhenti merokok berat dan tidak berolahraga sejak usia muda, pemalas dalam bergerak, meski hanya berjalan kaki. Yg lebih parah, dia menyukai makanan “sampah” seperti hati, limpa, usus, babat, ampela dll. Dia “kena” asam urat dan sering tergeletak tak bisa berjalan.

Sekali lagi, semua firasat tadi bisa benar, bisa salah. Yg saya yakin benar adalah firasat sang ayah dan cuma sakit. Tetapi kalau mau, boleh saja firasat dan peristiwa tadi kita terima sebagai tanda tanda kematian agar sebuah peristiwa kematian “lebih seru” atau dicuekin saja, toh sudah jelas penyebab kematian kakakku adalah jantungnya stop karena tekanan darah drop, selain tentu, “kontrak”nya dengan sang penguasa hidup sudah habis.

Buatku, tanda tanda kematian seperti tanda tanda alam yg lain, jika berawan tebal, itu tanda akan hujan. Jika uban sudah mayoritas di kepala, gigi mulai tanggal, berjalan sudah tak tegak lagi, makanan tdk sehat, hidup tidak sehat, siap siap saja.

Kematian adalah sebuah keniscayaan, selain ada kelahiran, seperti putra pak Sopyan, ada pula calon pasangan baru yang akan melahirkan generasi berikutnya dan kehidupan akan terus berjalan.

Mati satu, tumbuh seribu (pantes warga dunia makin banyak hehehe).

Tabik
Nanang
Sabtu,Jan 2009

Related posts:

  1. Tontonan Kematian Jacko wafat sudah, sesama raja, bang haji rhoma ikut memberi...

No Responses to "Firasat dan Tanda Tanda Kematian"

Comment Form


  • IKA: Memang sedih Pak. Dua minggu yang lalu saya kepengen naik KRL ekonomi dari Gondangdia ke UI. ternyata keretanya lagi masalah. Kita disuruh ikut kereta
  • Ahmad Rizali: saya sdh kunjungi blog yg anda sarankan, menarik sekali. Sayang sekali, anda melakukan hal yg dahsyat, tetapi tidak mengenalkan diri, identitas anda t
  • Ahmad Rizali: Terimakasih Hasrul kalian dong yg harus terus menulis dan berkarya. You are what you write kata orang bijak. Write mungkin bisa diganti dengan progra

Photo Gallery

Profile

Riwayat Hidup
Ahmad Rizali, begitu namanya disebut sebagai salah satu sumber jika masalah pendidikan sedang mengemuka. Begitu pula ketika persoalan guru mencuat ke permukaan, ia termasuk sosok yang dicari-cari untuk dimintai pendapat. Belakangan, ia menekuni masalah seputar akuntabilitas sekolah. Selengkapnya...

Langganan via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Guestbook


ririn kindarti
Salam Kenal pak, nice web, saat ini saya adalah guru TK di salah satu TK di Surabaya, saya telah menyelesaikan jenjang S1 PG PAUD saya tahun ...

rahma
Salam Kenal pak! Awalnya saya berpikir background pendidikan bapak adalah keguruan dan ilmu pendidikan, ternyata bukan tp itu tidak menghalan...

Sri Rahayu
Salam kenal Pak... Nice website 'n good info... Salam Pendidikan...

sugiarto
cs.pernikku@yahoo.com...

nanang
Bung Faizi, jawabnya singkat..BISA :), salam untuk Kyai Hanif & paman2 beliau, pak Panji juga...